Migrain Lebih Banyak Menyerang Perempuan? Lalu Kapan Saatnya Harus Mendapat Pertolongan Medis?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 9 Januari 2025 | 14:54 WIB
Perempuan lebih berisiko terserang migrain. (Freepik)
Perempuan lebih berisiko terserang migrain. (Freepik)

Pejuangkantoran.com – Mungkin sudah pernah ada yang mengalami hal yang sama: pandangan kamu seperti ada bintik-bintik, kilatan cahaya, atau visual/gambaran yang kamu lihat tampak zig-zag. Lalu sekitar 30-60 menit kemudian kamu merasa sakit kepala berdenyut yang dimulai di sekitar atas mata dan menjalar ke pelipis salah satu sisi saja?

Jika iya, berarti kamu mengalami serangan migrain. Serangan migrain ini bisa terjadi pada siapa saja, namun perempuan lebih sering mengalaminya.

Migrain, menurut siloamhospitals.com dalam lamannya, adalah jenis sakit kepala primer yang terasa seperti berdenyut atau sensasi berdetak (pulsing sensation) pada satu sisi disertai dengan mual, muntah, dan terkadang sensitivitas terhadap cahaya atau suara.

Migrain paling sering menyerang mereka di rentang usia 25-55 tahun.

Beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami migrain, antara lain:

  • Memiliki riwayat keluarga yang menderita migrain;
  • Memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti gangguan bipolar atau epilepsy;
  • Faktor hormonal, terutama pada wanita saat menstruasi, ovulasi, dan kehamilan.

 Baca Juga: Jangan Pernah Lakukan Ini Saat Sedang Migrain, Bisa Makin Sakit Kepala

Penyebab Migrain

Penyebab utama migrain masih belum diketahui secara pasti. namun menurut penelitian, migrain migrain, selain karena faktor generik, ada beberapa faktor pencetus:

  • Faktor stress;
  • Perubahan hormon, terutama pada wanita saat menstruasi, ovulasi, dan kehamilan;
  • Pola makan tidak teratur;
  • Perubahan cuaca;
  • Pola tidur tidak teratur;
  • Bau yang menyengat (parfum, cologne, bensin);
  • Nyeri leher;
  • Paparan Cahaya;
  • Konsumsi alkohol dan/atau merokok;
  • Makanan;
  • Olahraga yang berlebihan;
  • Aktivitas seksual.

 

Pengobatan dan Pertolongan Medis

Migrain tidak dapat disembuhkan total, namun pengobatan bisa membantu meredakan gejala bagi penderitanya. Menurut siloamhospitlas.com, ada beberapa obat-obatan yang dapat mengurangi gejala migrain, di antaranya adalah:

  • Painkillers: Untuk meredakan nyeri migrain.
  • Obat golongan triptan: Untuk mengurangi gejala neurologis yang disebabkan oleh migrain.
  • Anti-emetik: Untuk mengurangi gejala mual.

Baca Juga: 4 Jenis Sakit Kepala Yang Umum Melanda dan Cara Pengobatannya Agar Tidak Mengganggu Performa Kerja

Obat-obatan tersebut sifatnya hanya mengurangi atau membantu meredakan gejala. Ada baiknya kamu segera mencari pertolongan medis jika mengalami salah satu dari gejala sebagai berikut:

  • Tiba-tiba kamu mengalami sakit kepala migrain dan terjadi sangat cepat.
  • Sakit kepala terburuk yang pernah kamu alami.
  • Sakit kepala tersebut disertai dengan leher kaku dan/atau demam.
  • Sakit kepala yang disertai dengan kejang, pingsan, kebingungan, atau perubahan kepribadian.
  • Sakit kepala yang terjadi sesaat setelah cedera, terutama cedera kepala.
  • Sakit kepala yang disertai dengan tubuh yang lemah, mati rasa, atau perubahan penglihatan.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: siloamhospitals.com, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X