Puasa Bukan Alasan Buat Mager, Ini Cara Jitu Tetap Dapat 10.000 Langkah Tiap Hari Saat Ramadan

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 16 Maret 2025 | 19:08 WIB
Benarkah Jalan Kaki Buat Betis Besar? Begini Faktanya (Freepik)
Benarkah Jalan Kaki Buat Betis Besar? Begini Faktanya (Freepik)

PejuangKantoran.com - Gaya hidup yang minim gerak atau sedentary lifestyle menjadi masalah yang banyak dialami masyarakat urban, terutama mereka yang bekerja 8 jam per hari.

Salah satu cara paling sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan tubuh adalah dengan berjalan kaki. Berbagai ahli kesehatan merekomendasikan untuk berjalan kaki 10.000 langkah per hari, yang setara dengan jarak 7-8 kilometer. Namun, banyak orang yang merasa kesulitan untuk mencapai target tersebut, terlebih saat berpuasa.

ASTEC, brand produk gaya hidup aktif tanah air, melalui kampanye “Kita Menang Bersama, dengan Langkah Ringan” mengajak masyarakat untuk tetap aktif dengan cara yang sederhana, seperti berjalan kaki lebih banyak setiap hari.

Baca Juga: Ada Lowongan Kerja Seru, Jadi Marketing Manager di Perusahaan Bir Heineken

Martina Harianda Mutis, Sports Brand Marketing General Manager MAP Active, menyatakan, “Kami percaya bahwa kemenangan tidak selalu tentang pencapaian besar, tetapi saat kita mampu membangun kebiasaan baru yang positif. Hal ini akan menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan dan wellness kita, bahkan setelah Ramadan.”

Untuk mencapai 10.000 langkah per hari, berikut beberapa strategi yang bisa kamu coba, bahkan saat berpuasa:

1. Mulai Hari dengan Jalan Santai (30 Menit, ±3.000 Langkah)

Setelah sahur dan salat Subuh, sempatkan untuk berjalan santai di sekitar rumah atau kompleks sekitar 1,5 kilometer. Aktivitas ringan ini tidak hanya membantu menambah langkah, tetapi juga memberi energi bagi tubuh untuk menjalani hari.

2. Berangkat Kerja dengan Lebih Aktif (10-15 Menit, ±1.000-1.500 Langkah)

Cobalah untuk berjalan menuju halte atau stasiun terdekat jika menggunakan transportasi umum. Jika menggunakan kendaraan pribadi, manfaatkan waktu untuk berjalan di sekitar area parkir atau akses masuk kantor.

Baca Juga: Sejumlah Aspek Penting dan Alasan Memahami Perilaku Konsumen atau Consumen Behavior

3. Tetap Bergerak di Kantor (15-20 Menit, ±2.000 Langkah)

Selama berpuasa, tetap aktif dengan menggunakan tangga daripada lift, atau berjalan kecil saat menerima telepon. Manfaatkan waktu istirahat siang untuk bergerak lebih banyak, atau lakukan mini break setiap dua jam sekali untuk berjalan.

4. Jalan Cepat Menjelang & Setelah Berbuka (50 Menit, ±4.000 Langkah)

Waktu terbaik untuk berjalan adalah setelah berbuka, saat energi tubuh sudah lebih stabil. Kamu bisa menyelesaikan sekitar 4.000 langkah dalam satu sesi atau membaginya menjadi dua. Jika memilih untuk berjalan sebelum berbuka, cobalah berjalan dengan ritme lebih cepat, sedangkan setelah berbuka, pilih jalan santai yang membantu pencernaan.

Berjalan kaki selama berpuasa memiliki berbagai manfaat untuk tubuh. Aktivitas ini dapat membantu mengurangi risiko diabetes, menjaga tekanan darah, meningkatkan metabolisme tubuh, serta menjaga kesehatan jantung. Selain itu, berjalan kaki juga dapat meningkatkan kebugaran fisik dan mengurangi stres, membantu tubuh tetap bugar meskipun sedang berpuasa.

Dengan memulai kebiasaan berjalan kaki setiap hari, tubuh akan lebih bugar, sehat, dan siap menjalani aktivitas sehari-hari, baik saat berpuasa maupun di luar bulan Ramadan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X