PejuangKantoran.com - Selain pikiran, salah satu yang paling terdampak saat kamu kelelahan bekerja adalah tubuh. Tak heran jika banyak orang yang jatuh sakit karena terlalu sibuk bekerja.
Ini karena tekanan kerja sehari-hari dapat mengakibatkan peningkatan kadar hormon stres, yaitu kortisol dan epinefrin, yang mirip dengan saat kamu merasa berada dalam bahaya fisik.
Peningkatan hormon stres inilah yang memiliki efek menekan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh dapat menyalurkan energinya untuk melarikan diri dari (atau melawan) bahaya yang sebenarnya tidak ada.
Baca Juga: 13.000 Warga Khususnya Lansia Mendapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis di 52 Unit Kerja BRI
Dampak hormon stres untuk tubuh
Dengan bersantai saat liburan, cara ini dapat membantu kamu mengurangi kadar hormon stres tersebut dan memulihkan sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit.
Sebaliknya, jika hormon stres tetap meningkat secara kronis karena kurangnya istirahat dan waktu pemulihan akibat menunda atau melupakan liburan, kamu akan lebih rentan sakit.
Bukan hanya sakit ringan seperti batuk atau pilek, tetapi juga rentan terhadap penyakit yang lebih serius seperti penyakit jantung atau kanker, dalam jangka panjang.
Dalam sebuah penelitian terhadap 749 wanita, para peneliti menemukan bahwa mereka yang berlibur kurang dari sekali setiap enam tahun, delapan kali lebih berisiko mengalami masalah jantung dibandingkan dengan mereka yang pergi berlibur dua kali setahun.
Berlibur juga dapat menurunkan kemungkinan kamu meninggal karena penyakit jantung koroner, termasuk menurunkan kadar gula darah, dan meningkatkan kadar HDL atau kolesterol "baik".
Baca Juga: Sempat Dijadwalkan Maret 2025, Pengangkatan CPNS 2025 Resmi Diundur hingga Oktober 2025
Manfaat liburan di alam untuk tubuh
Tergantung pada bagaimana kamu menghabiskan waktu saat berlibur, ada potensi manfaat fisik tambahan dari liburan.
Jika kamu berlibur di alam, efeknya adalah mengurangi detak jantung dan tekanan darah.
Ini karena kamu lebih mungkin terlibat dalam aktivitas fisik seperti hiking, bersepeda, berenang, atau olahraga air.
Semua kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesehatan jantung dan pernapasan, sekaligus membangun tulang dan otot yang lebih kuat, serta meningkatkan keseimbangan yang sangat penting dimiliki seiring bertambahnya usia.
Artikel Terkait
Adopsi GenAI di Indonesia Tumbuh Pesat, Tapi Perempuan Masih Minim Terlibat
Pernah Punya Bos Toxic? Awas Alami Post-Bad Boss Stress Disorder (PBBSD)
3 Cara Menjawab Pertanyaan tentang Kemampuan Mengatasi Konflik di Tempat Kerja saat Wawancara
3 Hal yang Harus Dilakukan agar Meeting Lebih Efektif dan Efisien, Tak Buang-Buang Waktu!
Kerja di Digital Marketing Gajinya Bisa Sampai Rp30 Juta! Apa Saja Tugas dan Keterampilan yang Harus Dimiliki?
Liburan Juga Bermanfaat untuk Jiwa, Bisa Bantu Temukan Passion Karir Kamu Sebenarnya
Daftar Buah yang Disarankan Dimakan Saat Sahur dan Buka Puasa Ramadhan Berikut Alasannya!