4. Stop menggunakan cotton buds. Cukup umum bagi kita untuk membersihkan kotoran di dalam telinga dengan cotton buds. Ternyata hal ini salah, karena menggunakan cotton buds itu justru bisa mendorong kotoran telingan makin masuk dan bisa merusak gendang telinga.
5. Jaga kupingmu dalam selalu keadaan kering. Mandi dan berenang kadang membuat kuping kita kemasukan air yang sangat berisiko pada kesehatan telinga, apalagi jika airnya mengandung zat-zat yang berbahaya. Miringkan kepalamu jika kamu merasa ada air yang masuk ke dalam telinga agar airnya keluar.
6. Kehilangan kemampuan mendengar bisa menjadi salah satu efek dari pengobatan tertentu. Gangguan pendengaran akibat obat dikenal sebagai ototoksisitas, yang dapat terjadi pada mereka yang menggunakan obat-obatan tertentu dalam dosis tinggi atau dalam jangka waktu lama.
7. Tetaplah aktif secara fisik. Berolah raga akan membantu aliran dan sirkulasi darah yang lebih baik. Dan ini akan membantu darah dan oksigen dalam darah mencapai telingamu yang membuatnya tetap sehat.
Baca Juga: Dari Kurangi Rasa Sakit hingga Turunkan Tekanan Darah, Ini 6 Manfaat Tertawa untuk Kesehatan
8. Kelola dan kurangi stresmu. Ketika stres, tubuhmu akan memproduksi kortisol dan adrenalin. Hormon-hormon ini dapat memengaruhi pendengaranmu untuk sementara, yang merupakan hal yang wajar. Namun dalam jangka panjang , bisa meningkatkan risiko kehilangan pendengaran permanen.
9. Kenali tanda-tanda saat pendengaranmu bermasalah. Telinga berdenging, pusing, suara teredam di telinga, dan kehilangan keseimbangan merupakan tanda-tanda umum kerusakan pendengaran dini atau sementara. Jika ada gejala di atas, pertama jauhkan dari sumber masalah (misal jika berada di area yang sangat lantang dan berisik suaraya, menjauhlah). Kedua, konsultasi ke dokter THT.
10. Berhenti merokok dan jangan sekalipun mencoba untuk merokok. Merokok itu bisa mengurangi tingkat oksigen dalam darahmu danmenyempitkan pembuluh darah di seluruh tubuh kamu, termasuk di telinga bagian dalam. Merokok dapat mengiritasi dan menyumbat saluran Eustachius, yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan dan berfungsi untuk mengalirkan cairan dan menjaga tekanan udara di telinga. Merokok juga mengganggu saraf di telinga sehingga membuat kamu lebih sensitif terhadap suara keras dan meningkatkan risiko kehilangan pendengaran.
11. Kunjungi secara rutin ke dokter THT untuk periksa. Dokter Spesialis THT menyarankan bagi kamu yang berusia 18 – 40 tahun untuk melakukan tes pendengaran setiap tiga atau lima tahun. Dokter THT akan mengevaluasi atas kesehatan pendengaranmu, baik untuk dilakukan pengobatan atau pencegahan.
Jadi, sayang-sayangi indera pendengaranmu, ya!***
Artikel Terkait
Stop Merokok Sekarang Juga, Risiko Kematian Akibat Jantung Koroner Turun 50 Persen
Gunakan Eisenhower Matrix Untuk Menghindari Stres Karena Tugas Yang Seabrek dan Menumpuk
Ikuti 6 Kunci Yang Penting Ini Agar Kamu Dapat Menjalani Olah Raga Lari Dengan Konsisten
Lakukan 3 Langkah Kecil Ini Untuk Memulai Mengelola Stres dengan Baik dan Benar
3 Macam Olah Raga Wajib dan Mudah Dilakukan yang Bisa Mendorong Jantung Menjadi Sehat
Apa yang Harus Dilakukan Pasien Jika Saat Cek Kesehatan Gratis Ditemukan Penyakit Berat?
Apple Watch Juga Bisa Bantu Kamu Jaga Kesehatan Jantung, Bukan Cuma untuk Gaya-Gayaan