Walau tidur yang berkualitas tetap krusial, terbangun sejenak bisa memberi kesempatan bagi otak untuk berpikir kreatif.
Untuk memanfaatkan momen ini, disarankan untuk menyiapkan buku catatan di dekat tempat tidur agar kamu bisa menuliskan ide yang muncul.
Cara ini bisa membantu melepaskan pikiran dan kembali tidur tanpa merasa terjaga terlalu lama.
Waktu transisi yang penuh peluang
Tidak sepenuhnya terbangun tengah malam menjadi kunci dari manfaat berpikir di malam hari.
Pada jam-jam ini, bagian otak yang bertanggung jawab atas logika, pengambilan keputusan, dan pengendalian impuls, menjadi kurang aktif.
Ini dapat membuat pikiran lebih lepas dari keraguan atau sindrom penipu (imposter syndrome) yang biasanya muncul di siang hari.
Baca Juga: Mengenal Imposter Syndrome, Penyebab dan Tanda-tanda yang Perlu Kamu Waspadai
Namun, tentu saja tetap ada risikonya. Jika pikiran jadi terlalu emosional, proses berpikir kreatif justru bisa berujung pada kecemasan berlebihan. Itulah pentingnya untuk menyadari batasan yang berlaku.
Rebecca Zhou, CEO brand perawatan tubuh Soft Services, mengaku tidak langsung bereaksi terhadap ide-ide tengah malam.
Sebagai gantinya, ia memberi waktu dan ruang agar ide itu berkembang. Jika ide tersebut masih terasa relevan keesokan harinya, barulah ia membagikannya ke tim untuk mendapatkan masukan.
Meski memungkinkan untuk berpikir kreatif, begadang atau sering terbangun tengah malam sebaiknya tidak menjadi kebiasaan.
Jika ini terjadi secara terus-menerus, mungkin ada masalah dalam kualitas tidur yang lebih mendalam yang perlu diidentifikasi dan diatasi. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
'Pengepungan di Bukit Duri' Ekspresi Keresahan Joko Anwar akan Gagalnya Sistem Pendidikan
Si Silent Reader, yang Lebih Banyak Diam di Grup Chat, Ternyata Cenderung Punya EQ Tinggi
Masalah Umum yang Terjadi saat Aktivasi Fitur MFA dan Solusi yang Bisa Dilakukan
7 Tren Resume di 2025 yang Bisa Kamu Ikuti, Format dan Desainnya Harus Bisa Dibaca oleh ATS
82% Pekerja Mengaku Mengalami Burnout, Ternyata Penyebabnya Karena Tekanan Bekerja dan Merawat Keluarga
LPDP-JICA 2025 Buka Pendaftaran Beasiswa untuk Program Double Degree dengan Universitas di Jepang
RS Gading Pluit Hadirkan Alat Deteksi Kanker Generasi Terbaru, Lebih Akurat dan Presisi