Terbangun Tengah Malam Ternyata Bisa Bikin Pikiran Lebih Kreatif, Mengapa Bisa Begitu?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 18 April 2025 | 16:20 WIB
Ilustrasi: Saat kamu terbangun tengah malam dan sulit tidur lagi, gunakan waktu ini untuk menyelesaikan tugas-tugas kreatif. (Freepik)
Ilustrasi: Saat kamu terbangun tengah malam dan sulit tidur lagi, gunakan waktu ini untuk menyelesaikan tugas-tugas kreatif. (Freepik)

Walau tidur yang berkualitas tetap krusial, terbangun sejenak bisa memberi kesempatan bagi otak untuk berpikir kreatif.

Untuk memanfaatkan momen ini, disarankan untuk menyiapkan buku catatan di dekat tempat tidur agar kamu bisa menuliskan ide yang muncul.

Cara ini bisa membantu melepaskan pikiran dan kembali tidur tanpa merasa terjaga terlalu lama.

Waktu transisi yang penuh peluang

Tidak sepenuhnya terbangun tengah malam menjadi kunci dari manfaat berpikir di malam hari.
Pada jam-jam ini, bagian otak yang bertanggung jawab atas logika, pengambilan keputusan, dan pengendalian impuls, menjadi kurang aktif.

Ini dapat membuat pikiran lebih lepas dari keraguan atau sindrom penipu (imposter syndrome) yang biasanya muncul di siang hari.

Baca Juga: Mengenal Imposter Syndrome, Penyebab dan Tanda-tanda yang Perlu Kamu Waspadai

Namun, tentu saja tetap ada risikonya. Jika pikiran jadi terlalu emosional, proses berpikir kreatif justru bisa berujung pada kecemasan berlebihan. Itulah pentingnya untuk menyadari batasan yang berlaku.

Rebecca Zhou, CEO brand perawatan tubuh Soft Services, mengaku tidak langsung bereaksi terhadap ide-ide tengah malam.

Sebagai gantinya, ia memberi waktu dan ruang agar ide itu berkembang. Jika ide tersebut masih terasa relevan keesokan harinya, barulah ia membagikannya ke tim untuk mendapatkan masukan.

Meski memungkinkan untuk berpikir kreatif, begadang atau sering terbangun tengah malam sebaiknya tidak menjadi kebiasaan.

Jika ini terjadi secara terus-menerus, mungkin ada masalah dalam kualitas tidur yang lebih mendalam yang perlu diidentifikasi dan diatasi. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fast Company

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X