RS Gading Pluit Hadirkan Alat Deteksi Kanker Generasi Terbaru, Lebih Akurat dan Presisi

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 18 April 2025 | 10:53 WIB
 RS Gading Pluit Luncurkan Teknologi PET/CT Digital Omni Legend, Deteksi Kanker Kini Lebih Cepat dan Akurat (RS Gading Pluit)
RS Gading Pluit Luncurkan Teknologi PET/CT Digital Omni Legend, Deteksi Kanker Kini Lebih Cepat dan Akurat (RS Gading Pluit)

PejuangKantoran.com - Jumlah kasus kanker di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Di tengah kompleksitas penanganan penyakit ini, kebutuhan akan alat deteksi kanker di Indonesia yang lebih cepat dan akurat menjadi semakin krusial.

Diagnosa dini bukan hanya memperbesar peluang kesembuhan, tetapi juga memungkinkan pasien menjalani terapi yang lebih tepat sejak awal.

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, RS Gading Pluit di Jakarta Utara menghadirkan inovasi besar dengan meresmikan penggunaan PET/CT Digital Omni Legend, teknologi pemindaian kanker generasi terbaru yang untuk pertama kalinya beroperasi di Indonesia.

Alat ini menawarkan tingkat presisi tinggi dalam mendeteksi lesi metabolik, bahkan pada ukuran yang sangat kecil.

Baca Juga: Simulasi Nyeri Menstruasi, Karyawan Pria di Jepang Kesakitan: Sungguh Menakjubkan Perempuan Bisa Menahan Sakit Itu!

“Penanganan kanker membutuhkan waktu yang sangat berharga. Karena itu, diagnosis yang cepat dan akurat sangat menentukan,” ujar dr. Tjondro Setiawan, Sp.Rad, Subsp. RN-PM(K), Kepala Instalasi Radiologi sekaligus Konsultan Radiologi Nuklir dan Pencitraan Molekuler di RS Gading Pluit.

“Teknologi PET/CT Digital Omni Legend ini memungkinkan kami mendeteksi lesi dengan ukuran hanya 1,4 milimeter. Alat ini juga dilengkapi fitur Motion Correction berbasis AI, sehingga gambar tetap tajam walau pasien dalam keadaan bernapas normal.

"Ini sangat membantu untuk mendapatkan hasil yang benar-benar akurat.”

Menurut dr. Tjondro, teknologi ini bukan hanya membawa akurasi, tetapi juga efisiensi dalam waktu dan sumber daya.

“Dengan dukungan Cyclotron yang kami miliki di RS Gading Pluit, kami bisa memproduksi radionuklida sendiri.

"Artinya, kami tidak lagi tergantung pada pihak luar untuk bahan pemeriksaan, sehingga prosesnya bisa jauh lebih cepat dan fleksibel,” jelasnya.

Baca Juga: 2050, Jumlah Kasus Kanker di Dunia Naik hingga 77 Persen, 4 Hal Jadi Pemicu

Ia menegaskan bahwa kehadiran alat ini merupakan lompatan besar dalam dunia radiologi dan onkologi Indonesia.

“Sejak tahun 2008 kami sudah menjadi pionir dalam pengembangan teknologi hybrid imaging. Tapi kini kami membawa sistem pencitraan hybrid paling mutakhir se-Asia Tenggara langsung ke masyarakat Indonesia,” katanya bangga.

“Sekitar 80 persen memang untuk kanker, tapi sisanya bisa digunakan untuk kasus neurologi seperti epilepsi, demensia, serta penyakit lain seperti gangguan jantung, demam yang tidak diketahui penyebabnya, sampai perencanaan terapi radiasi,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X