Foot Strike, Mekanika Berlari yang Harus Kamu Pelajari Supaya Larimu Aman dan Nyaman

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Minggu, 11 Mei 2025 | 13:22 WIB
Kenali foot strike, cara kaki kamu jatuh di permukaan bidang saat berlari. (Freepik)
Kenali foot strike, cara kaki kamu jatuh di permukaan bidang saat berlari. (Freepik)

Pejuangkantoran.com – Salah satu mekanika lari yang harus kamu pahami adalah teknik foot strike atau cara bagaimana telapak kaki menyentuh tanah pertama kali saat berjalan atau berlari.

Foot strike sangat memengaruhi tubuh kamu saat berlari, yaitu berpengaruh pada:

  • Efisiensi gerakan (seberapa hemat energi lari kamu);
  • Distribusi beban dan tekanan pada otot dan sendi;
  • Risiko cedera tertentu (seperti nyeri lutut, cedera betis, atau tendon Achilles).

Ada tiga macam foot strike yaitu heel strike (bagian tumit), midfoot strike (bagian tengah kaki), dan forefoot strike (bagian depan kaki). 

Masing-masing foot strike punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut ini penjelasannya:

  1. Heel Strike (menapak dengan tumit/bagian belakang kaki)

Ciri-ciri:

  • Tumit menyentuh tanah lebih dulu.
  • Umum pada pelari pemula dan saat kecepatan lambat.
  • Banyak digunakan saat menggunakan sepatu dengan bantalan tebal di tumit.

Kelebihan:

  • Stabil untuk pelari jarak jauh dan pemula.
  • Nyaman dengan sepatu modern.

Kekurangan:

  • Menimbulkan gaya tumbukan lebih besar ke sendi (lutut dan pinggul).
  • Bisa meningkatkan risiko cedera pada lutut (runner’s knee).

 Baca Juga: Komponen dan Terminologi Penting yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Membeli Sepatu Lari yang Tepat

  1. Midfoot Strike (menapak dengan bagian tengah kaki)

Ciri-ciri:

  • Telapak kaki mendarat rata: tumit dan bola kaki (ball of the foot) menyentuh tanah hampir bersamaan. Bola kaki adalah bagian tebal dan empuk di bawah jari-jari kaki, tepatnya di bawah jempol kaki dan jari-jari lainnya, sebelum lengkungan telapak kaki (arch).
  • Lebih seimbang dalam mendistribusikan beban.

Kelebihan:

  • Gaya tumbukan lebih kecil dibanding heel strike.
  • Lebih efisien untuk pelari jarak menengah hingga jauh.
  • Mengurangi beban pada lutut, lebih ke otot betis.

Kekurangan:

  • Membutuhkan kekuatan otot betis dan fleksibilitas tumit lebih besar.
  • Adaptasi bisa menyebabkan pegal di awal latihan.

 

  1. Forefoot Strike (menapak dengan bagian depan kaki)

Ciri-ciri:

  • Bola kaki mendarat lebih dulu, tumit mungkin tidak menyentuh tanah sama sekali.
  • Umum pada pelari sprinter dan pelari barefoot (tanpa alas kaki).

Kelebihan:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X