Ini kemungkinan disebabkan oleh bahan propilen glikol dan diasetil atau penambah rasa yang terdapat dalam rokok elektrik.
3. Waktu vaping lebih lama daripada merokok biasa
Untuk menghabiskan sebatang rokok, dibutuhkan waktu 2 – 5 menit. Sementara rokok elektrik dapat bertahan hingga 20 menit sehingga lebih banyak nikotin dan bahan kimia yang masuk dan merusak paru-paru.
Selain itu, beberapa campuran vaping dapat mengandung 20 kali lipat nikotin dalam satu batang rokok.
4. Mempengaruhi seluruh tubuh
Nikotin dapat memengaruhi konsentrasi, pembelajaran, memori, dan perkembangan otak, menurut informasi dan data dari laporan baru dari ahli bedah umum. Selain itu, pengguna vape juga berisiko tinggi menderita batuk kering atau mengi.
Terlalu sering vaping, yang menyebabkan kecanduan, juga bisa menyebabkan perubahan emosi atau perilaku, bahkan kesulitan tidur. Ini tentu saja akan memengaruhi seluruh kehidupan kamu.
Itulah bahaya vape. Jadi, jangan percaya lagi jika ada yang bilang vape lebih sehat dari merokok biasa, ya.
Artikel Terkait
3 Cara Memandang Work-Life Balance: Jangan Memaksa Melakukan Semua Hal secara Bersamaan
FIFA Buka Pendaftaran Program Sukarelawan FIFA Qatar 2025, Salah Satunya untuk Piala Dunia U-17
Nggak Perlu Takut saat Membuat Kesalahan. Kamu Bisa Belajar dari Kesalahan biar Nggak Terulang
Lowongan Kerja di PT Djarum untuk Posisi Computer User Support, Bisa untuk Fresh Graduate
Belajar dari Job Fair Bekasi, Pramono Anung Sebut Pemprov DKI Atur Ulang Cara Umumkan Lowongan
Kasus Covid-19 Naik, Menkes: Varian Tidak Mematikan, Masyarakat Tak Perlu Panik
Undang-Undang dan Peraturan yang Menjadi Payung Hukum Bagi Karyawan Untuk Mengambil Cuti Ibadah Haji