Meski Sering Kena Sinar Matahari, Orang Indonesia Tetap Berisiko Kekurangan Vitamin D. Kok Bisa?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 23 Juni 2025 | 21:05 WIB
Ilustrasi: Vitamin D lebih banyak didapat dari paparan sinar matahari daripada dari makanan. (Freepik)
Ilustrasi: Vitamin D lebih banyak didapat dari paparan sinar matahari daripada dari makanan. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Di antara banyak vitamin yang sering dikonsumsi orang, vitamin B dan C yang paling terkenal. Banyak yang melupakan vitamin D, padahal vitamin ini sangat penting bagi kesehatan.

Dijuluki "vitamin sinar matahari" karena kamu dapat menyerapnya melalui sinar matahari, vitamin D memainkan peran utama dalam kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan bahkan suasana hati.

Mengapa vitamin D penting? Katherine Zeratsky, ahli diet di Mayo Clinic, mengatakan bahwa kita membutuhkan cukup vitamin D untuk membantu tubuh menjaga kadar kalsium dan fosfor yang normal untuk membangun dan memelihara tulang.

Baca Juga: Suga BTS Donasikan Rp59 Miliar untuk Membangun Fasilitas Autisme di Severe Hospital

Selain itu, vitamin D berperan dalam perbaikan dan kontraksi otot, membantu mengurangi peradangan, serta menjaga sistem kekebalan tubuh dapat bekerja dengan baik sehingga tubuh dapat melawan infeksi.

Jumlah vitamin D yang dibutuhkan setiap hari bervariasi untuk setiap orang. Namun, dosis harian yang direkomendasikan untuk mempertahankan kadar vitamin D adalah 10 mikrogram (mcg) untuk bayi dan 15 mcg untuk usia 1 – 70 tahun.

Setelah usia 71 tahun, dosis yang direkomendasikan adalah 20 mcg setiap hari.

Gejala kekurangan vitamin D

Tubuh kamu sebenarnya tidak akan menunjukkan reaksi apa pun saat kekurangan vitamin D. Satu-satunya cara untuk memastikannya adalah dengan memeriksakan kadar vitamin D ke dokter, pusat kesehatan, atau laboratorium.

Pada dasarnya, gejala kekurangan vitamin D adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Social Bond Bukti Nyata Komitmen BRI Menjaga Pendanaan Yang Berwawasan ESG

• Nyeri otot dan tulang, biasanya pada lengan atas, pinggul, dan paha, yang dapat menyebabkan kamu bergoyang-goyang saat berjalan. Kejang otot, kedutan, dan tremor juga merupakan tanda yang perlu diwaspadai.

• Osteoporosis, yang dapat meningkatkan risiko patah tulang dan menyebabkan nyeri tulang.

• Depresi, yang dapat berkurang dengan meminum suplemen vitamin D.

• Kelelahan, terutama karena kekurangan vitamin D3.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Yahoo Life

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X