Pejuangkantoran.com – Selain latihan atau olah raga yang bisa membangun endurance (daya tahan, seperti lari, bersepeda, atau renang), latihan/olah raga berikut ini juga sebaiknya kamu lakukan berselang-seling dengan latihan endurance.
Strength training atau latihan beban adalah latihan yang juga sebaiknya kamu lakukan. Ini adalah jenis latihan fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot, daya tahan otot, serta kepadatan tulang.
Strength training ini pada dasarnya bertujuan untuk:
- Meningkatkan kekuatan otot;
- Menambah massa otot (hipertrofi);
- Meningkatkan metabolisme tubuh (karena otot membakar lebih banyak kalori);
- Mengurangi risiko cedera, terutama seiring bertambahnya usia;
- Memperbaiki postur tubuh dan stabilitas sendi;
- Meningkatkan performa olahraga dan aktivitas harian.
Baca Juga: Berniat Menurunkan Berat Tubuh Secara Signifikan? Lakukan Latihan dengan Metode MAF Training!
Seperti yang kamu tahu, otot yang kuat bisa membantu aktifitas harian dengan efisien, misal angkat barang, naik tangga, berjalan kaki, dan sebagainya. Lalu meningkatkan kestabilan sendi dan mencegah cedera.
Dengan otot yang kuat, maka postur tubuhmu juga menjadi lebih baik, menunjang performa olah raga, serta ketika usia lanjut membuatmu bisa mandiri.
Sementara, massa otot berfungsi menjadi “mesin pembakar kalori” yang aktif. Menjaga komposisi tubuh yang ideal, lebih ramping dan lebih sehat.
Mengurangi risiko kehilangan otot karena penuaan (sarcopenia), melindungi tulang dan sendi, serta meningkatkan kekuatan fungsional dalam jangka panjang.
Metabolisme tubuh yang sehat dan baik bisa menentukan banyaknya kalori yang dibakar tubuh saat istirahat, memengaruhi berat badan dan energi harian.
Dan dengan metabolisme tubuh yang sehat maka pengaturan gula darah juga menjadi lebih baik, energi lebih stabil, serta risiko penyakit metabolic menjadi lebih rendah.
Strength training secara umum akan menggunakan beban eksternal. Dan beban ini bisa dalam berbagai bentuk, yaitu:
- Berat badan sendiri (bodyweight): push-up, squat, plank;
- Beban bebas: dumbbell, barbell, kettlebell;
- Mesin beban di gym;
- Resistance band (karet tahanan).
Strength training bagi pemula bisa dilakukan 2 – 3 kali dalam sepekan serta fokus pada gerakan dasar komprehensif (compound movements): squat, push-up, row, lunge.
Lakukan selalu pemanasan sebelum memulai latihan. Lakukan dengan yeknik yang benar. Peningkatan beban secara bertahap (progressive overload).
Artikel Terkait
Plank, Latihan Sederhana Namun Menantang yang Ternyata Melatih Otot-Otot Penting Berikut Ini
Tips Bagi Pemula Dalam Memulai Latihan Beban Agar Manfaatnya Bisa Optimal
Bagi Kamu Yang Pelari, Lakukan Juga Latihan Kekuatan. Berikut ini Latihan Yang Harus Kamu Lakukan
Rekomendasi Latihan 4 Pekan Bagi Pelari Pemula Agar Menjadi Finisher 5K Tanpa Ada Sesi Jalan Kaki
Panduan MAF Training Bagi Pemula Usia 25-45 Tahun Untuk Masa Latihan Selama 4 Pekan
Kamu Yang Rutin Latihan Tiba-Tiba Tak Punya Daya Dan Buruknya Performa? Waspada Overtraining Syndrome!