Emosi Negatif Harus Mulai Dinormalisasi di Lingkungan Kerja Tak Perlu Lagi Disembunyikan, Namun Dengan Syarat!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 24 Juli 2025 | 13:15 WIB
Menyamapikan emosi di tempat kerja, sepanjang dilakukan dengan baik dan benar, justru akan menyehatkan mental karyawan. (Google Gemini)
Menyamapikan emosi di tempat kerja, sepanjang dilakukan dengan baik dan benar, justru akan menyehatkan mental karyawan. (Google Gemini)

Pejuangkantoran.com - Umumnya, menunjukkan sisi emosional di lingkungan kerja dianggap tidak pantas.

Hubungan pribadi dengan rekan kerja jarang terjadi, obrolan ringan dinilai tidak profesional, dan menyampaikan kelelahan atau tekanan sering dilihat sebagai kelemahan.

Standar idealnya adalah bekerja tanpa melibatkan sisi manusiawi sama sekali.

Namun, kini pandangan tersebut mulai bergeser. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin dihargai karena hal ini dapat menyehatkan mental karyawan.

Percakapan santai soal akhir pekan, latar rumah yang terlihat saat rapat online, atau berbagi cerita keseharian menjadi hal yang lumrah, bahkan menyenangkan.

Namun, di balik perubahan ini, masih ada pandangan lama yang melekat kuat.

Emosi negatif, seperti marah atau kecewa, masih sering dianggap tidak pantas untuk ditunjukkan di tempat kerja.

Baca Juga: Jangan Langsung Tersulut Emosi, Lakukan 4 Langkah Ini Jika Atasan Bersikap Pasif-Agresif

Emosi adalah bagian dari kehidupan profesional

Perasaan seperti kecewa, marah, atau cemas sering muncul dalam situasi kerja yang menuntut dan penuh tekanan.

Banyak orang masih merasa perlu menyembunyikan emosi-emosi tersebut agar tetap terlihat mampu dan profesional.

Di sisi lain, emosi positif seperti semangat dan antusiasme justru didorong untuk ditunjukkan secara terbuka.

Padahal, setiap emosi memiliki fungsi, pesan, dan makna yang penting untuk dipahami. Karena itu, emosi bukan sesuatu yang bisa dilepaskan begitu saja sebelum memasuki ruang kerja.

Rasa marah, sedih, atau takut seringkali muncul sebagai bentuk respons terhadap situasi yang sulit, penuh tekanan, atau tidak adil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: stylist.co.uk

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X