Fakta Bahwa Stres Bisa Meningkatkan Gula Darahmu dan Apa yang Harus Kamu Lakukan

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 27 September 2025 | 17:31 WIB
Stres bisa memicu kenaikan gula darah. Cegah stres dengan berolah raga secara teratur, salah satunya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Stres bisa memicu kenaikan gula darah. Cegah stres dengan berolah raga secara teratur, salah satunya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.comStres ternyata berhubungan erat dengan peningkatan gula darah dalam tubuh.

Menurut American Psychological Association (APA, 2019), stres adalah respons fisiologis atau psikologis terhadap tuntutan internal maupun eksternal yang dipersepsikan melebihi kemampuan seseorang untuk mengatasinya.

Seperti yang disampaikan olej APA, stres itu adalah reaksi fisiologis dan psikologis seseorang, maka berikut ini penjelasan kaitan antara stres yang bisa memicu peningkatan gula darah dalam tubuh:

  1. Respons stres, tubuh melepaskan hormon stres

Saat stres (fisik maupun emosional), tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.

Hormon-hormon ini membuat hati melepaskan cadangan glukosa (glikogen) ke dalam darah agar tubuh punya “energi cepat” untuk menghadapi situasi (reaksi fight-or-flight). Akibatnya, kadar gula darah naik.

  1. Perubahan sensitivitas insulin

Kortisol kronis (stres berkepanjangan) bisa menurunkan sensitivitas sel terhadap insulin. Artinya, tubuh lebih sulit menggunakan glukosa, sehingga gula darah tetap tinggi lebih lama.

Baca Juga: Dua Peneliti Muda Indonesia Temukan Senyawa Baru untuk Atasi Diabetes yang Diakui Dunia

  1. Perilaku yang dipicu stres

Saat stres, sebagian orang cenderung makan berlebihan, mengonsumsi makanan tinggi gula/karbo, kurang tidur, atau malas beraktivitas. Semua faktor ini bisa membuat kadar gula darah makin sulit dikontrol.

  1. Efek pada Orang dengan Diabetes

Pada penderita diabetes, mekanisme pertahanan tubuh (insulin) sudah lemah. Maka, stres dapat lebih mudah menyebabkan lonjakan gula darah.

Stres juga bisa mengganggu rutinitas pengobatan, misalnya lupa minum obat atau enggan berolahraga.

Secara ringkas, stres akan memicu pelepasan hormon stres. Hal ini bisa meningkatkan gula darah yang bila terjadi berulang atau kronis, dapat menyebabkan gula darah sulit terkontrol.

Pada orang sehat, efek ini biasanya sementara. Namun, pada orang dengan diabetes, stres bisa memperparah hiperglikemia dan meningkatkan risiko komplikasi.

Baca Juga: 7 Manfaat Kesehatan Kayu Manis: dari Antiinflamasi hingga Kontrol Gula Darah

Apa yang Harus Dilakukan?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X