Bolehkah Tetap Latihan Lari Setelah Semalam Merayakan Malam Tahun Baruan? Berikut Rekomendasinya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 29 Desember 2025 | 12:30 WIB
Setelah semalam pesta tahun baruan, kamu tetap bisa latihan lari dengan sejumlah syarat. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Setelah semalam pesta tahun baruan, kamu tetap bisa latihan lari dengan sejumlah syarat. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Ada satu pertanyaan yang mungkin sering muncul dalam kepala para pelari pemula yang sedang getol-getolnya latihan, yaitu “Setelah merayakan pergantian tahun di pesta malam tahun baru, bolehkah paginya tetap lari?”

Ada beberapa hal yang mesti kita lihat terlebih dahulu sebagai pertimbangan untuk menjawab hal tersebut berdasarkan prinsip umum ilmiah tentang tidur, pemulihan, dan performa olah raga.

Di bidang olah raga ada sejumlah penelitian yang membahas tentang hubungan tidur dan konsumsi alkohol semalam sebelum latihan dengan performa latihan esok harinya.

Berikut ini, hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan terkait dengan pertanyaan tersebut:

1. Kondisi fisiologis

Latihan tetap diperbolehkan jika:

  • Tidur minimal sekitar 5–6 jam dan bangun tanpa pusing berat.
  • Tidak ada gejala dehidrasi (mulut kering berlebihan dan urin sangat pekat).
  • Tidak mengalami nyeri kepala, mual, atau rasa lemas ekstrem.

Sebaliknya, sebaiknya latihan lari ditunda jika kamu merasa “hangover”, kurang tidur signifikan, atau tubuh terasa tidak stabil. Latihan dalam kondisi ini berisiko meningkatkan cedera dan menurunkan kualitas adaptasi latihan.

Sebuah studi yang meneliti hubungan antara kurang tidur dengan performa fisik yang dimuat di pubmed.ncbi.nlm.nih.gov menyebutkan bahwa latihan panjang pus kuang tdiur menyebabkan pemulihan metabolic terganggu. dampaknya, latihan keesokan hari menjadi lebih berat, kurang efektif, dan berisiko.

Baca Juga: Kurang Tidur Ternyata Bisa Sangat Berpengaruh pada Karir. Ini Pekerjaan yang Paling Berpengaruh!

2. Jenis latihan perlu disesuaikan

Jika masih memungkinkan untuk berlari, turunkan intensitas dan ekspektasi:

  • Pilih easy run atau recovery run (zona ringan, conversational pace).
  • Durasi 20–40 menit sudah memadai.
  • Hindari interval, tempo run, atau long run.

Tujuannya adalah menjaga kontinuitas kebiasaan, bukan mengejar performa.

3. Perhatikan faktor eksternal pasca-tahun baru

  • Begadangan menyebabkan refleks dan koordinasi seseorang bisa menurun, potensi pengemudi yang tidak fokus di jalan raya jadi meningkat.
  • Lalu lintas pagi hari mungkin tidak biasa (sisa acara malam).
  • Kualitas udara di beberapa kota bisa menurun akibat kembang api.

Oleh karena itu, pilih rute aman dan waktu yang tidak terburu-buru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, pubmed.ncbi.nlm.nih.gov

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X