Gangguan Pencernaan Ini Erat dengan Kehidupan Pekerja Kantoran Modern. Waspadai Irritable Bowel Syndrome !

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 27 April 2026 | 14:12 WIB
Irritable Bowle Syndrome erat sekali dengan pekerja kantoran modern. Waspadai gangguan pencernaan ini! (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Irritable Bowle Syndrome erat sekali dengan pekerja kantoran modern. Waspadai gangguan pencernaan ini! (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Urusan pencernaan memang paling tidak nyaman bagi pekerja kantoran seperti kita. Ketika pencernaan lagi “tidak damai”, produktivitas di kantor pun bisa terganggu.

Jika pencernaan “rewel”-nya berat, otomatis kita akan ijin untuk tidak masuk. Namun jika agak ringan dan kita merasa masih bisa masuk kerja, bisa menjadi justru “pengganggu tersembunyi” saat berada di kantor.

Misal, perut tak nyaman sering membuat postur tubuh saat duduk menjadi berubah sehingga memicu kelelahan yang lebih cepat. Belum lagi urusan “ke belakang” bolak-balik yang bisa memecah fokus dan konsentrasi kerjamu.

Salah satu gangguan pencernaan yang sangat korelatif dengan pekerja kantoran adalah Irritable Bowel Syndrome (IBS). Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah adalah gangguan pada sistem pencernaan yang bersifat fungsional.

Dalam IBS, tidak ada kerusakan organ yang terlihat secara struktural, tetapi fungsi ususnya terganggu. Ini adalah kondisi kronis (jangka panjang) yang memengaruhi kerja usus besar (kolon) terutama dalam pergerakan usus (motilitas) dan sensivitas terhadap rangsangan (lebih peka dari kondisi normal).

Baca Juga: Daun Kol Bikin Kembung Itu Benar. Haruskah FODMAP ini Dihindari?

 

Menurut studi ilmiah, seperti yang dimuat di Sciencedirect.com, keparahan IBS berkorelasi positif dengan tingkat stres kerja. Penderita IBS punya stres kerja yang lebih tinggi.

Menurut hasil riset yang dipublikasikan di Academic.oup.com, riset terhadap populasi pekerja di negara Chile, prevalensi IBS pada pekerja mencapai 18,4%. Faktor penyebab yang kuat adalah job demand yang tinggi dan kontrol kerja yang rendah jadi memperburuk risiko.

Sebenarnya ini adalah relevan dengan pekerjaan kantoran modern yang mematok target tinggi, deadline yang ketat, dan kontrol yang terbatas. Tekanan-tekanan seperti ini mendorong terjadinya burnout pada pekerja.

Gejala, Penyebab, dan Mengelolanya

Gejala IBS bisa berbeda antara satu dengan yang lain, namun secara umum gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Nyeri atau kram perut (sering membaik setelah buang air besar).
  • Perut kembung / bergas.
  • Perubahan pola BAB:
    • Diare (IBS-D),
    • Sembelit (IBS-C),
    • Campuran keduanya (IBS-M).
  • Rasa tidak tuntas setelah BAB.

Baca Juga: Kopi Hitam Bermanfaat untuk Otak, Tapi Bisa Bikin Pencernaan Bermasalah

Penyebab IBS itu kombinasi berbagai hal. Selain faktor psikologis (stres), IBS juga disebabkan oleh:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: sciencedirect.com, Berbagai Sumber, academic.oup.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X