Tidak Sekedar Lari, 2 Latihan Ini Wajib Dilakukan oleh Pelari

photo author
Adhityaswara Nuswandana, Pejuang Kantoran
- Kamis, 4 Juni 2026 | 10:00 WIB
Ada beberapa cara untuk dapat meningkatkan teknik berlari. (Freepik)
Ada beberapa cara untuk dapat meningkatkan teknik berlari. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Anekdot, “Lari tinggal lari saja..” tidak akan berlaku ketika kamu ingin mencapai personal best di race terdekat. Karena lari yang baik ditunjang dengan kekuatan otot dan teknik berlari yang baik.  Sebenarnya ada beberapa cara untuk dapat meningkatkan teknik berlari kita yang akan membantu meningkatkan kecepatan dan kemampuan fisik kita. Ketika teknik berlari sudah benar, running efficiency kita akan meningkat dan memudahkan kita memacu kecepatan berlari kita, dengan tetap menjaga kemampuan fisik.

Baca Juga: Tak Hanya Untuk Lari, VO2max Juga Sangat Bermanfaat Bagi Tubuh Untuk Kendalikan Diabetes

Baca Juga: 10 Sinyal Tubuh yang Pantang Diabaikan Saat Lari

 Running Drill. Esensi running drill ini sebenarnya akan melakukan koreksi terhadap gaya berlari kita. Banyak penelitian yang meyebutkan berlari dengan model midfoot strike menjadi model lari yang paling efisien, seimbang, dan aman. Untuk mencapai model lari seperti itu dii kelas running drill kita akan mengenal mengenai berbagai macam gerakan yang akan mengkoreksi teknik berlari. Mulai dari drill A-Skip, B-Skip, C-Skip, ankling, high knee, dll.

 Running drill sendiri bisa dilakukan 1 kali seminggu. Ada banyak kelas running drill yang bisa diikuti oleh kamu, misalkan kelas running drill yang rajin dilakukan oleh komunitas Skolari, Garmin, Hoka, atau Idea Run di area GBK. Sementara yang tinggal di kawasan Bintaro ada beberapa kelas running drill yang bisa diikuti oleh kamu. Biasanya runner Bintaro berlatih di area pedestarian Des n Dan setiap Jumat pagi.

Strength Training. Strength Training (ST) bisa dilakukan di gym, 3-4 kali seminggu. Dengan penguatan otot-otot kaki penunjang lari: quadriceps, hamstring, gutes, calves, oto core, termasuk otot panggul. Selain itu konsentrasi latihan juga bisa dilakukan dengan menguatkan upper body seperti otot bahu, otot dada sampai dengan otot punggung bagian atas. Tentunya fokus gym juga tidak melulu di daerah otot tersebut, tapi juga meliputi otot-otot lainnya.

Selain berlatih beban untuk menguatkan otot rangka. ST juga bisa dikombinasi dengan latihan Pliometrik (Plyometric Training), dimana metode latihan menggunak gerakan cepat dan meledak-ledak untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatan otot. Latihan ini berguna untuk melatih otot siap menerima gerakan seperti “pegas” saat berlari.

Baca Juga: Kamu Alami Plateau atau Performa Lari Stagnan Meskipun Sudah Rutin Latihan? Begini Penjelasannya!

Baca Juga: Kena Side Stitch atau Suduken Saat Lari? Tenang, Tidak Berbahaya Kecuali Jika Ada Sejumlah Hal Berikut Ini!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Adhityaswara Nuswandana

Sumber: Running warehouse, training

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X