Waspada, Nomophobia "Penyakit" Orang Modern yang Bisa Jadi Menjangkiti Kamu!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:10 WIB
Nomophobia,  (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Nomophobia, (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Tanda yang sering muncul, misal tidak bisa membaca buku 20–30 menit tanpa memeriksa ponsel, sulit fokus dalam rapat, belajar, atau bekerja, atau terus memikirkan pesan atau notifikasi yang mungkin masuk.

Gangguan lain adalah gangguan tidur. Ini adalah salah satu dampak yang paling sering ditemukan dalam penelitian tentang penggunaan smartphone berlebihan. Misal, menaruh ponsel di samping bantal setiap malam, kerap terbangun untuk mengecek notifikasi, hingga langsung meraih ponsel begitu membuka mata serta sulit tidur karena terus menggulir media sosial.

Pada sejumlah orang gejala nomophobia sampai menunjukkan gejala fisik, seperti jantung berdebar, berkeringat, tangan gementar, sulit berkonsentrasi, otot tegang, dan gejala-gejala yang mirip dengan respons kecemasan pada umumnya.

Nomphobia bisa terjadi karena:

Baca Juga: Orang yang FOMO dan Berkepribadian Dark Triad Cenderung Menggunakan Ponsel Saat Mengemudi

  1. Fear of Missing Out (FOMO)

FOMO adalah ketakutan tertinggal berita, tidak bisa mengetahui atau menikuti percakapan grup, dan lain sebagainya.

  1. Kebutuhan Akan Koneksi Sosial

Bagi banyak orang, ponsel bukan sekadar alat komunikasi tetapi juga sarana bersosialisasi, identitas digital, tempat menyimpan kenangan, alat kerja. Sehingga ketika akses ke ponsel hilang akan muncul rasa kehilangan control.

  1. Sistem Hadiah Otak

Notifikasi, pesan baru, dan "like" di media sosial dapat memicu pelepasan dopamin, neurotransmiter yang berhubungan dengan rasa senang dan penghargaan.

Akibatnya, muncul kebiasaan mengecek ponsel berulang kali dan terbentuk pola perilaku yang menyerupai kecanduan.

Baca Juga: Digital Detox At Work, Diet Tidak Menggunakan Gadget Ternyata Perlu Dilakukan Di Kantor. Begini Caranya!

  1. Ketergantungan Fungsional

Tak hanya untuk komunikasi ponsel digunakan juga navigasi, banking, belanja, huburan, pekerjaan, dan sebagainya. Semakin banyak fungsi yang bergantung pada ponsel, maka semakin besar potensi kecemasan saat ponsel tidak tersedia.

Secara umum, pengguna ponsel/smartphone berisiko, namun dari penelitian-penelitian, tingkat nomophobia lebih tinggi pada remaja dan dewasa muda, pengguna media sosial yang sangat aktif, pekerja yang selalu terhubung, individu yang menghabiskan banyak jam per hari menggunakan smartphone, dan orang dengan tingkat kecemasan tinggi. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X