Para ahli bahkan mendorong masyarakat untuk mengonsumsi variasi sumber protein, baik hewani maupun nabati, guna memperoleh profil nutrisi yang lebih lengkap.
Fokus pada Pola Makan Seimbang
Di tengah maraknya tren makanan tinggi protein, para ahli mengingatkan bahwa kesehatan tidak ditentukan oleh satu nutrisi saja. Protein memang penting, tetapi tubuh juga membutuhkan serat, lemak sehat, vitamin, mineral, serta berbagai zat gizi lain dalam jumlah seimbang.
Daripada terpaku mengejar angka kebutuhan protein tertentu setiap hari, pendekatan yang lebih realistis adalah memastikan setiap waktu makan mengandung sumber protein berkualitas, disertai sayuran, buah-buahan, dan makanan utuh lainnya.
Karena pada akhirnya, pola makan yang konsisten dan seimbang jauh lebih berpengaruh terhadap kesehatan jangka panjang dibanding sekadar mengikuti tren nutrisi yang sedang populer.
Artikel Terkait
Latihan Pliometrik! Rahasia Supaya Lari Kamu Bisa Lebih Cepat dan Kuat!
Kenakan Kaus Kaki Saat Tidur Agar Tidurmu Lebih Nyenyak. Ada Alasan Ilmiahnya, lho!
Terinspirasi Sama Kisah Teman di BTN Jakim 2026? Ini yang Harus Kamu Ketahui Tentang Program Latihan untuk Kompetisi Lari Pertama Kamu!
Nggak Ada Waktu Jangan Halangi Niat Olahraga Jangan Malas Berolahraga, Kenalan sama Micro-Workouts, Tren Olahraga Kilat 5 Menit
Jarang Duduk Sama Berisikonya dengan Terlalu Banyak Duduk, Risiko Serangan Jantung Menanti?
Waspada, Nomophobia "Penyakit" Orang Modern yang Bisa Jadi Menjangkiti Kamu!
Mana yang Lebih Efektif, Berlari di Atas Treadmill Elektrik atau Treadmill Manual
Dampak Nyata Nomophobia Bagi Pengguna Smartphone Berlebihan dan Cara Menguranginya
Bukan Hanya Air Putih, Ini 7 Minuman yang Bisa Membantu Tubuh Tetap Terhidrasi Saat Cuaca Panas
Mengapa BIB Wajib Dipakai dan Pelari Tanpa BIB Dilarang Masuk Lintasan Lomba, Berkaca Viralnya Kejadian di Mandiri Jogja Marathon 2026