Pertanyaanya, apakah semua kebohongan pasti akan membuat sakit si pelaku? Ternyata tidak.
Kebohongan kecil (white lies) beum tentu menimbulkan dampak kesehatan yang berarti. Orang yang tidak merasa bersalah atau cemas saat berbohong mungkin menunjukkan respons fisiologis yang lebih kecil.
Dampak kesehatan lebih mungkin muncul bila sering melakukan kebohongan, harus terus-menerus mempertahnkan kebohongan sehingga menimbulkan rasa bersalah dan ketakutan akan ketahuan.
Karena itu, para peneliti menyebutkan bahwa kebiasaan berbohong dapat meningkatkan stres kronis dan berbagai respons fisiologis yang diketahui berhubungan dengan masalah kesehatan.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menilai Orang Bohong atau Jujur? Lihat Saja Fokus dan Relevansi Ceritanya!
Dampak berbohong (sering berbohong) pada kesehatan mental ternyata tidak bisa disepelekan. Dalam penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa berbohong juga berkaitan dengan:
- penurunan harga diri (self-esteem),
- lebih banyak emosi negatif,
- perasaan bersalah,
- kesejahteraan psikologis yang lebih rendah.
Bahkan mengingat kembali kebohongan yang pernah dilakukan dapat menurunkan perasaan positif terhadap diri sendiri. ***
Artikel Terkait
Ketahuan Berbohong Saat WFH, Pegawai Asuransi Ini Dipecat Usai Laptopnya Dilacak Bos
4 dari 10 Orang Mendapatkan Pekerjaan dengan Tidak Jujur, Apa yang Harus Dilakukan Perusahaan?
6 Mitos Bahasa Tubuh yang Sering Disalahpahami, Menghindari Kontak Mata Pasti Tanda Berbohong?
Ingin Jadi Pemimpin yang Disukai? Tak Perlu Gaya-Gayaan, yang Penting Hadir dan Jujur!
Menurut Survei, 45% Pencari Kerja Mengaku Terampil Memanfaatkan AI, tapi Banyak yang Ketahuan Bohong
8 Tips Jitu Hadapi Wawancara Kerja dengan AI, Yaitu Santai, Jujur, dan Tetap Jadi Diri Sendiri