Manfaat Kembang Kol Makin Beragam, Bisa untuk Pengganti Daging dan Nasi Lho!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 22 Februari 2023 | 20:23 WIB
Ilustrasi: Manfaat kembang kol makin beragam, nutrisinya juga nggak main-main. (Unsplash/Amber Faust)
Ilustrasi: Manfaat kembang kol makin beragam, nutrisinya juga nggak main-main. (Unsplash/Amber Faust)

PejuangKantoran.comKembang kol sepintas memang tidak terlihat menarik: putih, keras, dan sepertinya hambar. Namun sekarang manfaat kembang kol semakin populer karena bisa menjadi pengganti produk daging dan gluten.

Nutrisi kembang kol juga luar biasa. Sayuran ini kaya akan vitamin C dan K, serat dan asam folat. Kandungan vitamin C-nya 283 miligram per bonggol, atau lebih dari dua kali lipat dari asupan harian vitamin C.

Kandungan vitamin K dalam kembang kol digunakan untuk pembekuan darah, sedangkan folat penting untuk membangun sel darah merah.

Baca Juga: Kayu Manis Ternyata Mampu Meningkatkan Daya Ingat, Hm... Jadi Pingin Cinnamon Roll!

Selain bebas lemak, kembang kol juga mengenyangkan dan menyehatkan usus berkat kandungan seratnya yang tinggi.

Departemen Pertanian AS mengatakan, secangkir kembang kol hanya mengandung sekitar 27 kalori. Sebagai perbandingan, roti dalam jumlah yang setara mengandung 266 kalori, sedangkan nasi putih dengan porsi yang sama mengandung 129 kalori.

The Mayo Clinic menjuluki sayuran yang mirip brokoli ini sebagai “superstar nutrisi” karena berbagai kandungannya tersebut. Tetapi, nutrisi mungkin bukan satu-satunya hal di balik ketenaran kembang kol saat ini.

Para ahli memuji popularitasnya terhadap tren makanan penurun berat badan yang meningkat, atau karena merupakan alternatif diet rendah karbohidrat seperti paleo dan keto.

Daya tarik sayuran yang juga disebut bloemkool (blumkol) dalam Bahasa Belanda ini juga karena keserbagunaannya. Setelah dikukus, dapat digunakan untuk berbagai macam makanan. Cara memasaknya pun mudah sehingga makin disukai.

Baca Juga: Kalori dalam Bumbu Kacang Pasti Bikin Kamu Pikir-pikir Saat Menyantap Gado-gado dan Sate Ayam!

Kara Nielsen, Wakil Presiden grup pemasaran CCD Innovation yang membantu produsen mengembangkan produk, mengatakan, “Kami meninggalkan era bacon dan daging sebagai raja. Bagian dari budaya daging adalah steak: Rasa besar, daging besar, pisau besar.”

Namun dalam hal sayuran, menurutnya ada begitu banyak yang bisa kita lakukan. Hal yang mungkin tidak bisa benar-benar kita lakukan dengan wortel.

Dengan popularitasnya yang semakin menanjak, penjualan kembang kol meledak. Di Amerika, penjualannya tiga kali lebih banyak dibandingkan delapan tahun lalu, di mana ketersediaannya meningkat dari 1,2 menjadi 3 pound per kapita pada 2019.

Impor kembang kol juga meroket empat kali lipat, melonjak dari 86,9 dollar menjadi 347,7 juta dollar selama hampir satu dekade hingga 2021, demikian menurut ExportGenius.

Departemen Pertanian AS menyebut ledakan minat terhadap kembang kol ini sejalan dengan popularitas diet rendah karbohidrat dan bebas gluten yang meningkat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Daily Mail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X