PejuangKantoran.com - Kalau kamu merasa pergelangan tangan dan punggung sering merasa sakit, penyebabnya mungkin caramu membawa laptop.
Meskipun benda ini tidak terlihat seperti sumber nyeri pada tubuh, tetapi ini adalah penyebab umum orang mengalami nyeri kronis.
Seiring berjalannya waktu, membawa laptop—meskipun hanya sebentar—dapat menyebabkan ketegangan otot, masalah postur tubuh, dan banyak lagi.
Baca Juga: Makin Banyak Orang Kena Kanker di Usia Muda, Mungkinkah Ini Penyebabnya?
Meskipun ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk membawa laptop saat bepergian, menurut pakar ergonomi ada tiga kesalahan cara membawa laptop yang bikin nyeri punggung, yaitu:
Membawa laptop dengan satu tangan
Suka membawa laptop dengan satu tangan, atau dengan kondisi laptop terbuka? Ini cara membawa laptop yang salah dan tubuh jadi menanggung akibatnya, menurut Patrick Maloney, pelatih atletik utama di Tulane Institute of Sports Medicine di New Orleans.
“Laptop menjadi semakin ringan, tetapi tetap saja beratnya dapat menyebabkan kondisi umum yang disebut sindrom de Quervain. Pada dasarnya itu seperti tendinitis (peradangan yang terjadi pada tendon) di pergelangan tangan,” katanya.
Jika cara membawa laptop seperti itu dilakukan setiap hari, kamu jadi seperti membawa batu bata yang membebani tubuh.
Kata Patrick, jika kamu harus membawa laptop terbuka agar pekerjaan tidak hilang, lakukan dengan kedua tangan sehingga kamu mendistribusikan beban pada dua sendi, bukan satu.
Namun, yang ideal adalah, kamu harus menutup laptop dan membawanya seperti buku di bawah lengan sehingga laptop sejajar dengan pinggul.
Tidak menggunakan tas yang tepat
Patrick mengatakan, saran terbaik adalah memasukkan laptop ke dalam tas jika berjalan jauh. Namun, pertimbangkan tas apa yang kamu gunakan.
Baca Juga: Stigma Santan Biang Kerok Kolesterol, Hapus Yuk!
“Umumnya, tas ransel atau tote bag yang digunakan untuk membawa barang tidak boleh melebihi 10% dari berat badan seseorang,” kata Nathaniel Chung, ahli ergonomi untuk Layanan Kesehatan Universitas di Universitas California, Berkeley.