bugar

Belajar dari Para Atlet Tenis Terkenal, Ini 4 Cara Mereka Menghadapi Tekanan

Kamis, 14 September 2023 | 12:00 WIB
Ilustrasi depresi (pixabay)

PejuangKantoran.com - Kamu mungkin bukan pemain tenis terkenal yang ditonton oleh jutaan orang. Namun, pada titik tertentu dalam karier, kamu mungkin akan menghadapi momen berisiko tinggi yang terasa seperti “lakukan-atau-mati”.

Misalnya saja saat wawancara kerja yang sangat kamu inginkan atau presentasi ke klien yang sangat menentukan kenaikan jabatan.

Berikut beberapa penelitian yang didukung para ahli tentang bagaimana memanfaatkan stres pada momen berisiko tinggi untuk keuntungan dirimu.

  1. Cobalah untuk tidak memikirkan setiap langkah dan jangan terus berlatih sampai akhir

Seperti yang dikatakan pemain tenis profesional Amerika Danielle Collins, “Ini akan terdengar aneh, tetapi kamu harus bermain seolah kamu tidak peduli.”

Baca Juga: Gaji di Indonesia Lebih Kecil Dibandingkan Malaysia dan Singapura, Bagaimana dengan Biaya Hidupnya?

Sian Beilock, seorang ilmuwan kognitif, menjelaskan bahwa dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa ketika atlet berkinerja tinggi menganalisis kinerjanya, hal itu menghambat mereka untuk melakukan yang terbaik.

Ketika tekanan terus berlanjut, bahkan atlet paling berbakat pun bisa terlalu memikirkan apa yang mereka lakukan sehingga menyebabkan mereka “tersedak”.

“Sebaliknya, atlet yang membebaskan perhatiannya untuk fokus pada strategi, hasil yang diinginkan, dan aspek lain dari kinerja mereka, justru tampil lebih baik.” katanya.

Ia menegaskan bahwa kamu tidak bisa meremehkan pentingnya latihan, tetapi hal ini perlu diimbangi dengan kemampuan untuk melepaskan detail langkah demi langkah pada saat ini.

Sian menegaskan bahwa berlatih sampai menit terakhir hanya akan menambah kecemasan dan beban kognitif. Sementara rutinitas menenangkan sebelum melakukan sesuatu berisiko tinggi dapat membantumu siap untuk tampil sebaik mungkin.

  1. Bersikaplah terbuka tentang ketakutanmu

Dengan mengidentifikasi kekhawatiran terbesar dirimu, hal ini dapat membantu mengetahui apa yang bisa menjadi motivator terbesarmu.

Terkadang, mengetahui apakah kamu memiliki pola pikir menang atau lebih takut kalah dapat membuat perbedaan besar.

Baca Juga: Erick Thohir Sukses Tanamkan Tradisi dan Mental Juara pada Timnas Sepak Bola Indonesia

Hal itu dibuktikan dalam sebuah penelitian pada 2014 yang dilakukan Vikram Chib, seorang profesor teknik biomedis di Universitas Johns Hopkins yang mempelajari bagaimana insentif memotivasi kinerja, dan timnya.

Halaman:

Tags

Terkini