PejuangKantoran.com - Sudah yakin mandi sampai bersih? Sebagian orang mungkin beranggapan kalau mandi pakai sabun pasti sudah bersih.
Padahal cuma mandi dengan sabun belum menjamin kebersihan lho. Jangan sampai ada area tubuh yang terlewat saat mandi.
Anda mungkin ingat orang tua, kakek-nenek, atau orang dewasa tepercaya lainnya yang mengingatkan Anda untuk mencuci bagian belakang telinga, sela-sela jari kaki, dan bagian dalam pusar saat mandi.
Penasaran apakah nasihat generasi sebelumnya berdampak pada kesehatan dan kebersihan kita, para peneliti di Universitas George Washington (GW) memutuskan untuk menguji apa yang mereka sebut sebagai hipotesis nenek, soal mandi.
Baca Juga: Piala Dunia U-17, Meski Indonesia Vs Ekuador Imbang, Arkhan Kaka Torehkan Rekor Manis
Inilah yang perlu diketahui tentang temuan penelitian ini, serta cara membersihkan tiga bagian tubuh yang sering diabaikan saat mandi dengan aman dan efektif, menurut dokter kulit dan dokter pengobatan keluarga.
Apa Hipotesisnya?
Ketika Keith Crandall, PhD , profesor biostatistik dan bioinformatika di GW, masih kecil, neneknya mengarahkan anak-anak di keluarganya untuk “menggosok bagian belakang telinga, sela-sela jari kaki, dan pusar,” jelasnya dalam sebuah berita universitas.
Petunjuk ini adalah dasar dari apa yang Crandall dan tim peneliti lainnya di GW Computational Biology Institute sebut sebagai “Hipotesis Nenek”: bahwa orang tidak mencuci ketiga bagian tubuh ini sesering kulit, katakanlah, lengan dan kaki mereka.
Akibatnya, area tersebut mungkin menjadi sarang berbagai jenis bakteri—termasuk beberapa bakteri yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan seseorang.
Baca Juga: Tes Seleksi Kompetensi PPPK Sudah Dimulai, BKN Ingatkan Jadwal Tidak Tertulis di Kartu Seleksi
Temuan Studi: Apakah Hipotesis ini Berlaku?
Setelah menganalisis kumpulan sampel usapan kulit yang dikumpulkan dari 129 mahasiswa pascasarjana dan sarjana, para peneliti menemukan bahwa mikroba dari area yang biasanya dibersihkan secara teratur.
Ketiganya adalah lengan bawah dan betis—lebih beragam, dan akibatnya, berpotensi menjadi bagian dari mikrobioma yang lebih sehat dibandingkan sampel dari belakang telinga, sela-sela jari kaki, dan di dalam pusar.