“Jika telinga Anda ditindik, Anda tentu ingin fokus mencuci area tersebut untuk menghindari infeksi,” tambahnya.
Terakhir, ada baunya. “Anda memiliki kelenjar keringat di belakang telinga, sehingga keringat dihasilkan,” kata Dr. Purdy. “Keringat, jika terkena bakteri, lama kelamaan akan berbau.”
Tidak ada metode atau produk khusus yang perlu Anda gunakan untuk mencuci bagian belakang telinga: kuncinya adalah mengingat untuk melakukannya. “Mencuci bagian belakang telinga tidak ada bedanya dengan mencuci seluruh tubuh Anda,” kata Dr. Tull.
“Gunakan jenis sabun apa pun yang biasa digunakan kulit Anda. Jika Anda menggunakan kain lap di tempat lain, gunakan juga di sini. Saya pribadi hanya menggunakan sabun dan gesekan jari saya untuk membasuh seluruh wajah dan tubuh saya.”
Baca Juga: Daripada Mendang-mending, Mending Nobar Atawa Nonton Bareng Piala Dunia U 17 Hari Ini
Dr Purdy setuju, mengatakan bahwa hanya menggunakan ujung jari Anda untuk menggosok lembut di belakang telinga Anda akan menyelesaikan pekerjaan.
Di sela-sela jari kaki
Meskipun sebagian besar air dan sabun dari pancuran Anda mungkin mengalir ke kaki dan jari kaki Anda sebelum dibuang ke saluran pembuangan, hal ini tidak cukup membersihkan area sela-sela jari kaki Anda.
“Karena kulit di sela-sela jari kaki tidak menghasilkan minyak sebanyak area tubuh lainnya, konsekuensi dari tidak mencuci di sini sedikit berbeda,” kata Dr. Tull.
Dia juga mencatat bahwa komponen utama penumpukan minyak adalah sel kulit mati dan kotoran. Itu juga bisa menyebabkan jamur kuku, tambahnya.
Dr Purdy juga menunjukkan bahwa kaki kita cenderung banyak berkeringat, dan karena memakai sepatu memerangkap keringat di tempatnya, hal itu dapat mengakibatkan tumbuhnya bakteri dan jamur.
“Anda bisa terkena penyakit kutu air, yaitu infeksi jamur pada kulit yang biasanya terjadi di sela-sela jari kaki,” katanya.
“Kaki Anda mungkin gatal, mengelupas, bersisik, dan kulit Anda mungkin mengalami ruam atau pecah-pecah.”
Tidak mencuci sela-sela jari kaki secara teratur juga dapat menyebabkan dermatitis bakteri atau selulitis, yaitu infeksi kulit akibat bakteri yang dapat menyebar ke kaki, kata Dr. Tull.
“Sangat penting bagi penderita diabetes untuk mencuci kaki dan sela-sela jari kaki mereka [karena mereka] memiliki ambang batas yang lebih rendah untuk tertular infeksi kulit,” jelasnya.
Mencuci sela-sela jari kaki juga cukup mudah. Menurut Dr. Tull, ini sebaiknya dilakukan setiap kali Anda mandi: idealnya, setiap satu atau dua hari.
Artikel Terkait
Makan Nasi Bikin Tidur Lebih Nyenyak (Lupakan Dulu Dietnya Jika Kamu Susah Tidur)
5 Manfaat Sarapan Overnight Oat, Nggak Cuma Bikin Tubuh Langsing
Awas Jangan Kebiasaan Rebahan Terus, Bisa Bikin Osteoporosis
Hari Vegan Dunia Diperingati Tiap 1 November, Apa Sih Beda Vegan dan Vegetarian?
Rangkaian Produk Skincare Vegan yang Bikin Kamu Bisa Merawat Kulit Tanpa Rasa Bersalah
Berapa Gelas Kamu Minum Kopi Sehari, dan Berapa Banyak Kafein yang Kebanyakan?
Sindrom Nasi Goreng Bikin Seorang Pemuda Tewas Usai Makan Makanan yang Dipanaskan
6 Makanan untuk Depresi dan Kecemasan, Kamu Bisa Coba Biar Lebih Kalem
Alasan Kamu Perlu Beli Telur Ayam dari Peternakan Kandang Bebas Sangkar atau Cage Free
Lagi Tren Minum Air Lemon Setiap Hari, Apa Sih Manfaatnya?