bugar

Penyebab Kualitas Istirahat Kerja Pegawai Kantoran dan Pekerja Remote Berbeda, Kalau Kamu Gimana?

Senin, 27 November 2023 | 18:00 WIB
Ilustrasi: Agar kualitas istirahat kerja terjaga, baik pegawai kantoran atau pekerja remote sesekali bisa makan siang bersama di pantry atau di luar rumah. (Pexels/Mikhail Nilov)

PejuangKantoran.com - Dari mana pun kamu bekerja, baik di kantor maupun di rumah, kamu seharusnya memiliki kualitas istirahat kerja yang terjamin. 

Namun, sebuah studi dari PBB menunjukkan bahwa 30% pekerja remote merasa sangat stres dibandingkan dengan 25% pegawai kantoran. Hal ini menandakan kualitas istirahat kerja pekerja remote lebih buruk.

Kemungkinan faktor penyebabnya adalah pekerja remote bekerja lebih lama setiap harinya. Tidak adanya pemisahan yang jelas antara kehidupan pribadi dan profesional seperti yang dialami pegawai kantoran.

Baca Juga: Calon Junior Account Executive, Ini 3 Pertanyaan yang Mungkin Menanti saat Wawancara Kerja

Faktanya, pekerja remote rata-rata bekerja sekitar 48,5 menit lebih lama per hari dibandingkan pegawai kantoran yang bekerja dari pagi sampai sore di kantor, begitu menurut Biro Riset Ekonomi Nasional.

Bagi karyawan full time, jika diakumulasikan, waktu tersebut bisa menjadi satu bulan lebih jam kerja tambahan sepanjang tahun. Ini tentu saja membuat kualitas istirahat kerja jadi lebih berkurang.

Beda waktu istirahat kerja antara karyawan WFO dan pekerja remote

Wall Street Journal (WSJ) melakukan penelitian baru dari Universitas Stanford dengan mensurvei 4.537 orang dewasa di Amerika Serikat. Mereka menemukan perbedaan mencolok dalam cara pekerja beristirahat berdasarkan tempat kerjanya.

Karyawan kantoran lebih cenderung menghabiskan waktu dengan browsing di internet atau bermain game di ponsel. Sementara pekerja remote lebih cenderung berolahraga, menyelesaikan pekerjaan rumah dan tugas-tugas pribadi, serta mengasuh anak.

"Di kantor, waktu istirahat bisa berupa pergi ke pantry atau keluar dari ruangan untuk mengobrol dengan rekan kerja. Namun, saat bekerja dari rumah, agak sulit untuk mengetahui seperti apa waktu istirahat itu," ujar Dr. Christine M. Crawford, psikiater dan direktur medis asosiasi untuk National Alliance on Mental Illness.

Karena waktu istirahat kerja seperti di kantor tidak tersedia secara alami saat bekerja dari rumah, para pekerja mungkin merasa kesulitan untuk beristirahat. Apalagi jika budaya kerjanya adalah “selalu siap dihubungi” melalui Slack atau Microsoft Teams.

Baca Juga: Intip Rahasia Naura Ayu, Koleksi Lip Tint dan Liquid Blush yang Penuh Ekspresi

Tak hanya itu masalahnya. WSJ juga menyebut bahwa rata-rata pekerja menghabiskan hampir satu hari kerja penuh setiap minggunya untuk rapat virtual.

Bagi pekerja remote, rapat virtual bisa dilakukan secara berurutan sehingga tidak ada waktu untuk istirahat, atau sedikit saja waktu istirahat di sela-selanya.

Sementara pegawai kantoran masih punya waktu istirahat sebentar saat berjalan dari satu ruang rapat ke ruang rapat lain, atau izin ke kamar mandi untuk mengistirahatkan otak sebentar.

Halaman:

Tags

Terkini