"Meski begitu, hingga saat ini kami masih belum yakin akan peran tidur gelombang lambat terhadap risiko demensia. Adapun temuan studi kami menunjukkan bahwa kurangnya kecukupan tidur gelombang lambat mungkin menjadi faktor risiko pemicu demensia,” jelas Associate Professor Matthew Pase.
Langkah mudah tingkatkan kualitas tidur
Temuan serupa lainnya datang dari hasil penelitian gabungan oleh Sleep Health Foundation dan Monash University, yang menjelaskan bagaimana gangguan pola tidur dapat menjadi tanda awal penyakit Alzheimer.
Premisnya adalah seiring perubahan kapasitas otak, masalah gangguan tidur dan gejala Alzheimer cenderung meningkat secara bersamaan. Oleh karena itu, penting sesegera mungkin menanamkan kebiasaan sehat untuk meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan dengan menciptakan rutinitas waktu tidur yang nyenyak dan konsisten, serta memastikan lingkungan tidur yang nyaman.
Selain itu, menjaga paparan cahaya alami secara teratur juga memainkan peran penting dalam mengatur jam biologis alami tubuh.
Menetapkan rutinitas yang mencakup aktivitas fisik secara teratur merupakan faktor penting dalam memperkuat siklus alami tubuh untuk tidur dan bangun setiap harinya.
Aktivitas fisik yang rutin mempengaruhi kualitas tidur dengan berdampak pada suhu tubuh, meningkatkan suasana hati, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan faktor-faktor di otak yang berkontribusi terhadap kesehatan otak secara keseluruhan.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Ibadat Jalan Salib Katolik di Jakarta
Sementara itu, potensi musik transformatif juga patut diperhatikan. Sebagaimana mengutip data 2023 World Alzheimer Report, tari poco poco, yakni tarian serupa senam yang berasal dari wilayah Indonesia bagian timur, ternyata mendatangkan manfaat luar biasa dalam membantu pasien demensia.
Banyak perawat yang mengurus pasien demensia menyadari kekuatan musik dalam memberikan kenyamanan, kebahagiaan, dan memulihkan ingatan, bahkan ketika komunikasi verbal menjadi sulit.
Begitupun terkait pola makan, terutama yang kaya akan melatonin dan triptofan seperti pada buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, ikan, dan minyak zaitun, dapat meningkatkan durasi dan kualitas tidur.
Praktik nutrisi ini kini diakui sebagai bagian integral dari kesehatan kognitif dan mungkin berperan dalam menurunkan risiko demensia.
Singkat kata, menjadikan kecukupan tidur nyenyak sebagai prioritas adalah bagian dari langkah mendasar menuju kesehatan otak yang lebih baik dan pencegahan demensia.
Rangkaian temuan ilmiah terkait oleh Monash University menggarisbawahi pentingnya memahami dan menjaga pola tidur dalam upaya mencapai kesejahteraan hidup secara menyeluruh.