PejuangKantoran.com - Obsesi untuk tampil langsing, bahkan kurus, membuat banyak orang mencoba berbagai metode diet. Dari diet yang meniru puasa tradisional, hingga diet yang dikaitkan dengan teknik-teknik tertentu.
Kini, penelitian terbaru dari Leonard Davis School of Gerontology, USC, mengungkapkan bahwa pola makan yang meniru puasa selama lima hari dalam sebulan kemungkinan bisa menurunkan usia biologis responden rata-rata 2 ½ tahun.
Baca Juga: Konsumsi Junk Food Terlalu Banyak Bisa Sebabkan Masalah Kesehatan Serius
Metode diet, yang dikembangkan oleh penulis studi tersebut, Valter Longo, itu dirancang untuk meniru efek dari puasa air putih sambil memberikan nutrisi yang diperlukan.
Saat menjalankan puasa air putih, peserta hanya minum air putih selama 24 hingga 72 jam.
Tidak semua orang aman menjalankan puasa, tetapi menurut beberapa penelitian, puasa bisa memberikan manfaat kesehatan seperti menurunkan risiko kanker tertentu, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.
Usia kronologis vs usia biologis
Puasa atau membatasi kalori dianggap dapat mendorong autophagy, yaitu proses tubuh untuk membersihkan sel-sel yang sudah tua dan rusak untuk memberi ruang bagi sel-sel baru.
Baca Juga: Mengapa Umat Katolik Pantang Daging pada Hari Jumat selama Masa Prapaskah?
Proses ini dimulai ketika sel-sel mengalami stres atau kekurangan nutrisi, dan secara alami menurun seiring bertambahnya usia. Artinya, proses autophagy tersebut berperan dalam memperlambat penuaan, demikian ungkap Cleveland Clinic.
Dalam penelitian ini, sekitar setengah dari 100 peserta (pria dan wanita berusia antara 18 dan 70 tahun) diminta untuk mengikuti diet meniru puasa, atau FMD (fasting-mimicking diet).
Diet ini berjalan selama lima hari dalam sebulan selama tiga bulan, lalu makan makanan biasa selama 25 hari lainnya. Sedangkan kelompok lainnya hanya makan makanan normal mereka.
Baca Juga: Lowongan Work From Home untuk Posisi Admin Assistant di Thermaltake Australia
Tes darah dan pemindaian MRI para peserta menunjukkan bahwa mereka yang berada dalam kelompok FMD lebih kecil kemungkinannya untuk terkena diabetes dan memiliki tingkat lemak perut dan hati yang lebih rendah.
Kondisi ini dikaitkan dengan penurunan risiko sindrom metabolik, seperti penyakit hati, penyakit kardiovaskular, dan diabetes, demikian ungkap penelitian tersebut.
Artikel Terkait
1 dari 4 Karyawan Lebih Suka Komunikasi lewat Chat, Tanda Metode Komunikasi di Tempat Kerja Dipengaruhi Banyak Faktor
5 Kebiasaan Kecil yang akan Membuat Perempuan Lebih Cepat Naik Jabatan di Kantor
Yang Paham Manajemen Aset, Ada Posisi Marketing Communication di BNP Paribas Asset Management
Diangkat dari Kisah Nyata, Sinden Gaib Syuting 12 Hari Langsung di Lokasi Kejadian di Trenggalek, Jawa Timur
Tanpa Disadari, Bullying Juga Kerap Terjadi di Kantor! Bisa Jadi Kamu Salah Satu Korbannya?
Tips Mengatur Asupan Sodium Saat Nongkrong dan Makan di Luar Bareng Bestie saat Weekend
Kerja Sama Bidang Pertahanan Jadi Fokus Pertemuan Prabowo dan Wakil PM Australia Richard Marles