bugar

Strava Rilis Laporan "Year In Sport: Trend Report" 2024: Tren Baru dalam Gaya Hidup Aktif

Kamis, 19 Desember 2024 | 20:25 WIB
Langkah-langkah mendasar untuk memulai lari. (Freepik)

PejuangKantoran.com -  Strava, aplikasi populer yang mendukung gaya hidup aktif, baru saja merilis laporan tahunan “Year In Sport: Trend Report” yang mengungkapkan berbagai tren terbaru yang membentuk perilaku olahraga di seluruh dunia pada 2024.

Laporan ini didasarkan pada miliaran data aktivitas dari lebih dari 135 juta pengguna Strava yang tersebar di lebih dari 190 negara, termasuk Indonesia. Laporan ini juga melibatkan lebih dari 5.000 responden dengan gaya hidup aktif yang dipilih secara acak, baik dari dalam maupun luar komunitas pengguna Strava.

Berdasarkan hasil laporan, Strava mengidentifikasi beberapa tren besar yang memengaruhi cara orang berolahraga pada tahun 2024.

Dari perubahan persepsi tentang keseimbangan dalam berolahraga, kecintaan terhadap olahraga grup, hingga semakin populernya olahraga mikro yang mengutamakan waktu pemulihan, berikut ini adalah tren utama yang mengisi dunia olahraga global pada tahun ini.

Baca Juga: Film yang Banyak Dicari di Google Sepanjang 2024, Ada Film Favoritmu?

1. Selamat Tinggal Lelah, Selamat Datang Keseimbangan
Pada 2024, banyak orang mulai memprioritaskan keseimbangan dalam rutinitas olahraga mereka, beralih dari pola lama yang lebih fokus pada kelelahan fisik menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan. Olahraga mikro (durasi di bawah 20 menit) semakin diminati oleh banyak orang yang ingin tetap aktif tanpa memaksakan diri.

Secara global, lebih dari 20% aktivitas fisik yang tercatat di Strava adalah olahraga mikro, yang memungkinkan orang tetap menjaga kebugaran tanpa harus meluangkan waktu terlalu lama.

Selain itu, fokus pada pemulihan menjadi hal yang lebih diperhatikan. Para pelari yang sedang berlatih untuk maraton, misalnya, kini lebih sering menambahkan hari istirahat dan pemulihan aktif dalam rutinitas mereka. Di Indonesia, sebanyak 42% pelari yang berlatih untuk maraton menambahkan lebih banyak hari istirahat dalam jadwal mereka.

Yang menarik, meski orang-orang mulai menyeimbangkan olahraga dengan istirahat, mereka tetap berhasil mencapai target olahraga mereka. Misalnya, 72% pelari berhasil mencapai target lari mereka pada 2024, sementara 77% pesepeda juga berhasil mencapai target mereka. Selain itu, jumlah partisipasi dalam maraton, ultra-marathon, dan century ride meningkat sebesar 9% di tahun ini.

Baca Juga: Lakukan 4 Hal Berikut Ini Untuk Meningkatkan Pengalaman Positif Terhadap Layanan Customer Service

2. Klub Lari: Tempat Sosialisasi Baru
Lari semakin menjadi olahraga sosial yang digemari, dengan klub lari menjadi tempat utama untuk bertemu dan berinteraksi. Di seluruh dunia, partisipasi dalam klub lari meningkat 59% pada 2024, sementara di Indonesia, jumlah partisipasi meningkat luar biasa hingga 83%.

Fenomena ini menunjukkan bahwa olahraga tak hanya soal kebugaran, tetapi juga kesempatan untuk bersosialisasi. Banyak orang mendapatkan teman baru lewat klub olahraga, dengan 58% responden mengatakan mereka memperoleh teman baru melalui grup olahraga.

Menariknya, hampir 1 dari 5 Gen Z bahkan pernah berkencan dengan seseorang yang mereka temui di klub olahraga. Untuk generasi muda, olahraga grup memberi kesempatan lebih besar untuk bertemu orang baru dibandingkan dengan tempat-tempat sosial lainnya.

Rata-rata, orang yang berolahraga bersama kelompok lebih tangguh dan memiliki jarak tempuh yang lebih jauh dibandingkan mereka yang berolahraga sendiri, dengan peningkatan hingga 95% di Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini