PejuangKantoran.com - Isak Andic, miliarder pendiri Mango meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan di Catalonia, Spanyol, Sabtu (14/12/2024) lalu.
Saat itu Andic sedang mendaki di gua Montserrat bersama beberapa anggota keluarganya, ketika ia terpeleset dan jatuh sedalam 100 meter dari tebing, demikian menurut laporan media Spanyol.
Merek fashion Spanyol itu mengonfirmasi kematian Isak Andic dalam sebuah pernyataannya, dan menggambarkan pria tersebut sebagai "contoh bagi kita semua" dan seorang pemimpin yang berkomitmen dan inspiratif.
Baca Juga: 5 Resep Makanan Viral yang Banyak Dicari Orang Indonesia di Google Selama 2024
“Warisannya mencerminkan pencapaian proyek bisnis yang ditandai dengan kesuksesan, dan juga oleh kualitas manusianya, kedekatannya, serta perhatian dan kasih sayang yang selalu ia miliki dan selalu ia sampaikan kepada seluruh organisasi,” kata pernyataan tersebut.
Penghormatan untuk Andic
Berita mengenai pendiri Mango meninggal dunia ini telah mendorong para tokoh terkenal untuk memberikan penghormatan pada sosok inspiratif tersebut.
"Isak telah menjadi contoh bagi kita semua. Ia mendedikasikan hidupnya untuk Mango, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan berkat visi strategisnya, kepemimpinannya yang inspiratif, dan komitmennya yang teguh terhadap nilai-nilai yang ia tanamkan sendiri di perusahaan kami," kata CEO Mango Toni Ruiz.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga memberikan penghormatan kepada Andic di media sosial, memuji kerja keras dan visi bisnisnya yang mengubah merek Spanyol menjadi pemimpin mode global.
Sementara itu, kepala pemerintah daerah Catalonia, Salvador Illa, memuji Andic sebagai "seorang pengusaha yang berkomitmen, yang dengan kepemimpinannya, telah berkontribusi menjadikan Catalonia hebat dan memperkenalkannya kepada dunia."
Baca Juga: Memberdayakan Anggota Tim Punya 9 Manfaat Yang Sangat Dibutuhkan Oleh Perusahaan
Jurnalis Joana Bonet mengenang Isak Andic sebagai pria "berani dan kreatif" yang telah menempuh perjalanan jauh dari awal yang sederhana hingga pertama kali terjun ke pasar-pasar di Barcelona.
"Jika Tommy Hilfiger memulai karirnya dengan menjual celana jins dari bagasi mobilnya, Andic, imigran Turki yang masih anak-anak saat ia dan keluarganya tiba di Barcelona pada tahun 60-an... memulai langkah pertamanya di pasar loak kaum hippie," tulisnya.
"Andic adalah seorang visioner yang juga memiliki bakat: ia dapat masuk ke toko dan mengetahui barang mana yang akan terjual habis. Ia tidak pernah salah."
Forbes memperkirakan kekayaan bersih pengusaha tersebut sebesar $4,5 miliar (sekitar Rp72 triliun), dan ia menjabat sebagai ketua non-eksekutif perusahaan tersebut saat ia meninggal.
Artikel Terkait
6 Tren Dunia Kerja Tahun 2025, dari Revolusi AI hingga Transparansi soal Gaji
6 Aplikasi Cuaca yang Direkomendasikan Agar Rencana Kamu ke Depan Tidak Berantakan
Jangan Kudet, Yuk Ikutan 5 Kursus Online Gratis Ini untuk Belajar AI sesuai dengan Bidang Pekerjaan!
Pekerjaan Terunik di Hotel: dari Direktur Suasana Hati sampai Pemandu Macan! Berani Coba?
Bali: Pulau Terindah untuk Liburan Matahari Musim Dingin Wisatawan Eropa
PPN 12% Resmi Diberlakukan pada 1 Januari 2025, Belum Gajian Sudah Mikirin Pajak Naik
5 Komponen Wajib dalam Menjalankan Metode Kepemimpinan Relasional yang Memanusiakan Karyawan