PejuangKantoran.com - Warga Amerika melontarkan reaksi beragam setelah insiden penembakan terhadap CEO UnitedHealthcare Brian Thompson. Bos perusahaan asuransi itu ditembak saat meninggalkan New York Hilton Midtown Hotel di Manhattan pada 4 Desember 2024 dini hari.
Sebagian warga mengungkapkan kelegaan dan kegembiraan mereka, berharap peristiwa tersebut menjadi titik balik dari sistem perawatan kesehatan Amerika yang sangat rusak.
Yang lain menyampaikan belasungkawa, berbagi simpati untuk keluarga Thompson dan mengutuk kekerasan yang mengakibatkan kematiannya.
Baca Juga: Perusahaan Startup Ini Umumkan PHK Massal, Namun Dikecam karena Ternyata Cuma Trik Marketing
Hanya satu platform online yang sepertinya menjadi tempat pengguna ikut menyampaikan dukacita atas kematian Brian Thompson tanpa bersimpati pada pembunuhnya: LinkedIn.
Karena sebagian besar orang di LinkedIn memanfaatkan platform tersebut untuk mengembangkan karir, jaringan, dan mencari peluang kerja baru, wajar jika mereka lebih berempati daripada membenci pemimpin yang kuat seperti Thompson.
"Belasungkawa terdalam dan sepenuh hati kami kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang terkasih Brian Thompson, serta kepada seluruh tim di UnitedHealth Group," tulis Tim Wentworth, CEO Walgreens Boots Alliancenya di profil LinkedIn miliknya.
"Saya telah lama menghormati Brian sebagai pemimpin yang berdedikasi, dan pikiran serta doa kami menyertai banyak orang yang mengenalnya pada hari yang sangat sulit ini."
Simpati yang sama disampaikan oleh CEO dan Presiden Blue Cross Blue Shield Association, Kim Keck.
Karma bagi perusahaan asuransi?
Baca Juga: Pegawai dengan Gaji Di Bawah Rp10 Juta Tak akan Dikenakan PPh Pasal 21
Tidak seperti LinkedIn, banyak warga di platform lain justru merayakan kematian Thompson. Bahkan pengumuman mengenai kematian bos asuransi tersebut di halaman Facebook UnitedHealthcare ditanggapi dengan lebih dari 123.000 emoji tertawa.
Rupanya pengguna TikTok, Instagram, dan X sudah sering berbagi kisah horor mereka mengenai klaim yang ditolak oleh UnitedHealthcare, sehingga mereka menganggap kematian Thompson adalah pembalasan karma.
Bukannya mengenang kebaikan Thompson, banyak orang memilih untuk mengingat bagaimana perusahaannya telah mengecewakan mereka.
“Teringat hari ketika UnitedHealthcare menolak rawat inap satu malam untuk anak saya yang berusia 12 tahun karena ‘tidak diperlukan secara medis’ setelah operasi perbaikan jantung ASD,” tulis salah satu pengguna X.
Artikel Terkait
5 Resep Makanan Viral yang Banyak Dicari Orang Indonesia di Google Selama 2024
Memberdayakan Anggota Tim Punya 9 Manfaat Yang Sangat Dibutuhkan Oleh Perusahaan
Pendiri Merek Fashion Mango Isak Andic Meninggal Dunia usai Jatuh dari Tebing saat Hiking
1 Juta Agen BRILink siap Optimalkan Layanan Keuangan Selama Libur Nataru
Lakukan 4 Hal Berikut Ini Untuk Meningkatkan Pengalaman Positif Terhadap Layanan Customer Service
6 Langkah Berikut Ini Membantu Kamu Memecahkan Masalah dengan Efektif
Yang Bikin Sutradara Imam Darto Happy Banget dengan Film Barunya Meskipun 'Modal Nekad'