Pejuangkantoran.com – Olah raga lari jarak jauh, baik yang 5K, 10, half marathon, marathon, hingga ultra-marathon makin banyak disukai. Olah raga paling simpel ini memang tak banyak membutuhkan peralatan, namun tetap butuh persiapan yang benar.
Jika persiapan tidak benar, maka cedera selalu akan mengancam. Dan ini tak hanya dialami oleh pelari newbie, namun cedera juga bisa terjadi pada pelari profesional sekalipun.
Dan yang lebih penting lagi, harus memahami cedera mana yang bisa sembuh dengan dikompres dengan es dan mana yang memang butuh perawatan lebih lanjut.
Berikut ini gejala-gejala yang mungkin dialami saat olah raga lari menurut oregonrunningclinic.com dalam lamannnya:
Kapan Ketika Cedera Karena Lari Itu Dianggap Serius?
Kebanyakan pelari pasti akan merasakan pegal atau sedikit "tidak nyaman" setelah berlari. Ini keadaan yang normal dan umum. Namun, kamu harus tahu ketika kamu mengalami sesuatu yang lebih ekstrem daripada sekadar pegal dan kelelahan.
Berikut ini adalah tanda-tanda bahwa kamu menderita cedera saat berlari:
- Rasa sakit yang tajam saat berlari;
- Rasa sakit yang terus berlanjut setelah kamu berhenti berlari;
- Rasa sakit yang membuat kamu sulit berjalan;
- Pembengkakan sendi.
Jika rasa sakit itu kamu rasakan selama lebih dari seminggu, atau kamu merasakan salah satu rasa sakit yang dijelaskan di atas, kamu harus berkunjung ke dokter.
Gejala-Gejala Umum Cedera Lari
- Nyeri tumit dan lengkungan kaki, termasuk:
- Nyeri dan nyeri lokal yang dimulai di tumit kaki
- Nyeri tumit saat melangkah pertama kali
- Nyeri tumit dan lengkung kaki di awal lari yang berkurang selama lari.
Jika mengalami gejala seperti di atas, kemungkinan kamu menderita Plantar Fasciitis.
Cara mengobatinya: Kompres tumit dan lengkung kaki dengan es setelah berlari. Regangkan otot betis sebelum dan sesudah berlari.
Kamu juga harus mengevaluasi ulang sepatu larimu dan mungkin harus memakai orthotics. Ini adalah alat bantu yang digunakan untuk mendukung kaki saat berlari.