Termasuk dalam hal ini adalah dampak kelebihan berat badan dan obesitas, yang sangat terkait dengan daftar penyakit tidak menular (PTM). Ini juga mencakup toksisitas yang dapat diakibatkan oleh overdosis mikronutrien tertentu.
Ketika tubuh memiliki kelebihan makronutrein seperti protein, karbohidrat, dan/atau kalori lemak, kelebihan ini akan disimpan tubuh sebagai jaringan lemak yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, penyakit arteri koroner, dan stroke.
Overdosis pada mikronutrein yang mungkin dikarenakan suplemen vitamin dan mineral bisa saja terjadi tanpa kamu sadari. Dan, kelebihan karena konsumsi suplemen yang berlebihan dapat menimbulkan efek toksik.
Baca Juga: 5 Makanan 'Sehat' Namun Berpotensi Tak Sehat. Perhatikan Kandungan Nutrisi dan Porsinya!
Sinyal kekurangan nutrisi
Menurut akun Instagram @labelkesehatan, kekurangan nutrisi tertentu akan menunjukkan sinyal atau gejala yang tertentu juga.
Kekurangan vitamin C:
- Kulit mudah memar;
- Proses penyembuhan luka yang lama;
- Gusi berdarah atau sariawan;
- Rambut kering dan rontoh;
- Sakit sendi atau nyeri otot.
Kekurangan magnesium:
- Kelelahan;
- Kram otot dan kejang.
- Tremor atau gemetar;
- Mood gampang berubah.
Kekurangan zat besi:
- Sesak nafas;
- Kelelahan atau gampang lemas;
- Sering pusing;
- Kuku pecah-pecah;
- Sulit tidur.
Kekurangan Zinc:
- Kulit kering dan bersisik;
- Rambut rontok;
- Peyembuhan luka yang lambat;
- Sering cemas;
- Penurunan nafsu makan.
Kekurangan kalsium:
- Nyeri otot dan kram;
- Kuku rapuh;
- Tulang rapuh;
- Gangguan pada gigi (berlubang).
Kekurangan protein:
- Konsentrasi rendah;
- Gangguan pencernaan;
- Penyembuhan luka yang lambat;
- Masalah pertumbuhan pada anak;
- Sistem imun lemah.
Kekurangan vitamin D:
- Nyeri tulang dan otot;
- Mudah terkena ifeksi;
- Kesulitan tidur/insomnia;
- Kesehatan jantung.
Nah, coba simak, kamu mengalami gejala yang mana?
***