Pejuangkantoran.com – Banyak istilah dalam permainan padel. Istilah ini terutama terkait dengan berbagai macam pukulan.
Yang sudah kamu kenal ada bandeja, vibora, chiquita, remate/smash, globos/lob. volea/volley, hingga rebote/wall shot yang sangat khas padel.
Bagaimana teknik, tujuan, dan berbagai jenis dari masing-masing pu,ulan itu, berikut ini penjelasannya dari berbagai sumber:
Ciri Khas Bandeja
- Posisi pukul
- Bola dipukul di atas kepala, tetapi tidak sekeras smash.
- Dilakukan sedikit lebih di depan tubuh, dengan lengan memanjang.
- Tujuan
- Mengembalikan lob lawan tanpa kehilangan posisi di dekat net.
- Memaksa lawan bertahan dengan mengirim bola agak dalam atau ke sudut.
- Arah dan efek bola
- Biasanya diberi sedikit slice (putaran ke bawah) agar bola memantul rendah setelah menyentuh lantai.
- Kapan digunakan
- Saat lawan me-lob bola dan kamu tidak punya peluang untuk smash winner.
- Untuk menjaga kontrol rally dan tidak memberikan kesempatan lawan menyerang balik.
Ciri Khas Víbora
- Posisi pukul
- Dilakukan setelah lob lawan, saat kamu berada di dekat net.
- Mirip dengan bandeja, tapi dengan ayunan lebih cepat dan lebih tajam.
- Tujuan
- Memberi tekanan pada lawan dengan bola yang tajam dan sulit dikembalikan.
- Biasanya diarahkan ke sudut atau sisi lapangan.
- Spin dan arah bola
- Pukulan ini diberi slice lateral (side spin), sehingga bola berbelok setelah memantul.
- Pantulan bola cenderung menyamping dan rendah, membuat lawan kesulitan melakukan counter.
- Kekuatan
- Lebih keras daripada bandeja, tapi tidak seekstrim smash.
Baca Juga: 10 Istilah Dalam Padel yang Wajib Kamu Pahami Agar Dapat Bermain dengan Benar dan Lebih Seru!
Ciri Khas Chiquita
- Teknik pukul
- Dilakukan dari baseline atau tengah lapangan.
- Bola dipukul dengan sedikit topspin atau flat, tapi dengan tenaga minim.
- Arah bola dibuat rendah dan pendek sehingga jatuh sebelum lawan bisa bereaksi.
- Tujuan
- Menurunkan tempo rally.
- Memaksa lawan yang ada di net untuk mengambil bola di bawah lutut, sehingga pukulan mereka jadi lemah.
- Membuka peluang untuk kamu dan pasangan maju ke net dan mengambil posisi menyerang.
- Kapan digunakan
- Saat lawan terlalu agresif di depan net.
- Untuk mengubah dinamika permainan dari bertahan menjadi menyerang.
Ciri Khas Remate
- Posisi pukul
- Bola dipukul di atas kepala setelah lob lawan.
- Dilakukan dengan ayunan penuh dan transfer tenaga dari kaki, pinggul, core, hingga lengan.
- Tujuan
- Menghentikan rally dengan pukulan winner.
- Memaksa lawan tidak bisa mengembalikan bola karena terlalu cepat, tinggi, atau keluar lapangan.
- Variasi remate dalam padel
- Remate plano (flat smash): pukulan keras lurus tanpa spin, biasanya untuk winner langsung.
- Remate liftado (topspin smash): bola dipukul dengan topspin kuat, sering dipakai agar bola memantul keluar lapangan setelah bounce.
- Remate por tres: bola dipukul keras dengan topspin sehingga memantul keluar lapangan lewat pagar samping (por 3 metros).
- Remate por cuatro: bola dipukul tinggi hingga memantul keluar lewat dinding belakang (por 4 metros).
Baca Juga: Kuasai Dasar-dasar Teknik Padel Dengan Benar Seperti Berikut Ini Agar Permainanmu Makin Seru!
Ciri Khas Globo
- Teknik pukul
- Dilakukan dengan gerakan mengangkat bola ke atas, biasanya dari baseline atau posisi bertahan.
- Bola melambung tinggi melewati lawan yang berdiri di dekat net.
- Tujuan
- Mengekspos ruang kosong di belakang lawan yang sedang di depan net.
- Mengatur ulang rally, memberi waktu untuk kembali ke posisi yang lebih baik.
- Memaksa lawan mundur, sehingga kamu bisa merebut posisi net.
- Jenis globo
- Globo defensivo (defensive lob): tinggi dan dalam, dipakai untuk keluar dari tekanan.
- Globo ofensivo (offensive lob): lebih rendah tapi tetap melewati lawan, tujuannya langsung menyerang atau memancing lawan keluar posisi.
- Kapan digunakan
- Saat tertekan oleh lawan di depan net.
- Untuk menghindari smash lawan dengan mengirim bola ke belakang.
- Sebagai variasi strategi untuk membuat lawan kehilangan ritme.
Ciri Khas Volea
- Teknik pukul
- Dilakukan dengan kontak bola di udara, tanpa menunggu pantulan.
- Biasanya menggunakan grip continental (seperti pukulan servis di tenis).
- Pukulan bisa forehand maupun backhand.
- Tujuan
- Menjaga kontrol net (posisi paling menguntungkan dalam padel).
- Memberi tekanan pada lawan dengan tempo cepat.
- Mengarahkan bola ke sisi atau kaki lawan agar sulit dikembalikan.
- Jenis-jenis volea
- Volea de control: pukulan pelan, diarahkan untuk menempatkan bola ke area sulit.
- Volea agresiva: pukulan keras, biasanya untuk mencoba mengakhiri poin.
- Volea cortada (slice volley): pukulan dengan slice untuk membuat bola turun cepat.
- Volea liftada (topspin volley): pukulan dengan topspin, jarang dipakai, tapi bisa memberi variasi.
- Kapan digunakan
- Saat sudah maju ke net setelah serve atau setelah rally.
- Untuk menekan lawan yang masih di baseline.
- Sebagai penghubung sebelum melakukan pukulan pamungkas (misalnya remate).
Baca Juga: 5 Poin Penting Yang Harus Kamu Latih Agar Lengan Bertenaga, Akurat, dan Tak Mudah Cedera Dalam Padel
Ciri Khas Rebote/Wall Shoot
- Terjadi di area belakang lapangan
- Lawan biasanya melakukan globo (lob) atau pukulan dalam yang mengenai dinding belakang.
- Bola tetap dalam permainan karena boleh memantul dinding setelah lantai.
- Teknik pukul
- Pemain menunggu bola memantul ke dinding, lalu memukul setelah pantulan kedua.
- Butuh perhitungan waktu (timing) dan posisi tubuh yang baik.
- Tujuan
- Mengubah situasi bertahan menjadi netral atau menyerang.
- Menjaga rally tetap hidup meskipun bola sudah menembus ke belakang.
- Jenis-jenis rebote
- Rebote de derecha: forehand setelah pantulan dinding.
- Rebote de revés: backhand setelah pantulan dinding.
- Rebote bajo: pantulan rendah, biasanya lebih sulit dikembalikan.
- Rebote alto: pantulan tinggi, memberi lebih banyak waktu untuk bersiap.
Nah, jika sudah memahami, semoga semakin intensif dalam bermain padel.***