bugar

Dalam Bermain Padel Kenali Teknis, Tujuan, dan Waktu Penggunaan Berbagai Jenis Pukulan

Senin, 18 Agustus 2025 | 09:05 WIB
Kenali teknik, tujuan, dan timing penggunaan aneka macam pukulan dalam padel. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Banyak istilah dalam permainan padel. Istilah ini terutama terkait dengan berbagai macam pukulan.

Yang sudah kamu kenal ada bandeja, vibora, chiquita, remate/smash, globos/lob. volea/volley, hingga rebote/wall shot yang sangat khas padel.

Bagaimana teknik, tujuan, dan berbagai jenis dari masing-masing pu,ulan itu, berikut ini penjelasannya dari berbagai sumber:

Ciri Khas Bandeja

  1. Posisi pukul
    • Bola dipukul di atas kepala, tetapi tidak sekeras smash.
    • Dilakukan sedikit lebih di depan tubuh, dengan lengan memanjang.
  2. Tujuan
    • Mengembalikan lob lawan tanpa kehilangan posisi di dekat net.
    • Memaksa lawan bertahan dengan mengirim bola agak dalam atau ke sudut.
  3. Arah dan efek bola
    • Biasanya diberi sedikit slice (putaran ke bawah) agar bola memantul rendah setelah menyentuh lantai.
  4. Kapan digunakan
    • Saat lawan me-lob bola dan kamu tidak punya peluang untuk smash winner.
    • Untuk menjaga kontrol rally dan tidak memberikan kesempatan lawan menyerang balik.

Ciri Khas Víbora

  1. Posisi pukul
    • Dilakukan setelah lob lawan, saat kamu berada di dekat net.
    • Mirip dengan bandeja, tapi dengan ayunan lebih cepat dan lebih tajam.
  2. Tujuan
    • Memberi tekanan pada lawan dengan bola yang tajam dan sulit dikembalikan.
    • Biasanya diarahkan ke sudut atau sisi lapangan.
  3. Spin dan arah bola
    • Pukulan ini diberi slice lateral (side spin), sehingga bola berbelok setelah memantul.
    • Pantulan bola cenderung menyamping dan rendah, membuat lawan kesulitan melakukan counter.
  4. Kekuatan
    • Lebih keras daripada bandeja, tapi tidak seekstrim smash.

Baca Juga: 10 Istilah Dalam Padel yang Wajib Kamu Pahami Agar Dapat Bermain dengan Benar dan Lebih Seru!

Ciri Khas Chiquita

  1. Teknik pukul
    • Dilakukan dari baseline atau tengah lapangan.
    • Bola dipukul dengan sedikit topspin atau flat, tapi dengan tenaga minim.
    • Arah bola dibuat rendah dan pendek sehingga jatuh sebelum lawan bisa bereaksi.
  2. Tujuan
    • Menurunkan tempo rally.
    • Memaksa lawan yang ada di net untuk mengambil bola di bawah lutut, sehingga pukulan mereka jadi lemah.
    • Membuka peluang untuk kamu dan pasangan maju ke net dan mengambil posisi menyerang.
  3. Kapan digunakan
    • Saat lawan terlalu agresif di depan net.
    • Untuk mengubah dinamika permainan dari bertahan menjadi menyerang.

Ciri Khas Remate

  1. Posisi pukul
    • Bola dipukul di atas kepala setelah lob lawan.
    • Dilakukan dengan ayunan penuh dan transfer tenaga dari kaki, pinggul, core, hingga lengan.
  2. Tujuan
    • Menghentikan rally dengan pukulan winner.
    • Memaksa lawan tidak bisa mengembalikan bola karena terlalu cepat, tinggi, atau keluar lapangan.
  3. Variasi remate dalam padel
    • Remate plano (flat smash): pukulan keras lurus tanpa spin, biasanya untuk winner langsung.
    • Remate liftado (topspin smash): bola dipukul dengan topspin kuat, sering dipakai agar bola memantul keluar lapangan setelah bounce.
    • Remate por tres: bola dipukul keras dengan topspin sehingga memantul keluar lapangan lewat pagar samping (por 3 metros).
    • Remate por cuatro: bola dipukul tinggi hingga memantul keluar lewat dinding belakang (por 4 metros).

Baca Juga: Kuasai Dasar-dasar Teknik Padel Dengan Benar Seperti Berikut Ini Agar Permainanmu Makin Seru!

Ciri Khas Globo

  1. Teknik pukul
    • Dilakukan dengan gerakan mengangkat bola ke atas, biasanya dari baseline atau posisi bertahan.
    • Bola melambung tinggi melewati lawan yang berdiri di dekat net.
  2. Tujuan
    • Mengekspos ruang kosong di belakang lawan yang sedang di depan net.
    • Mengatur ulang rally, memberi waktu untuk kembali ke posisi yang lebih baik.
    • Memaksa lawan mundur, sehingga kamu bisa merebut posisi net.
  3. Jenis globo
    • Globo defensivo (defensive lob): tinggi dan dalam, dipakai untuk keluar dari tekanan.
    • Globo ofensivo (offensive lob): lebih rendah tapi tetap melewati lawan, tujuannya langsung menyerang atau memancing lawan keluar posisi.
  4. Kapan digunakan
    • Saat tertekan oleh lawan di depan net.
    • Untuk menghindari smash lawan dengan mengirim bola ke belakang.
    • Sebagai variasi strategi untuk membuat lawan kehilangan ritme.

Ciri Khas Volea

  1. Teknik pukul
    • Dilakukan dengan kontak bola di udara, tanpa menunggu pantulan.
    • Biasanya menggunakan grip continental (seperti pukulan servis di tenis).
    • Pukulan bisa forehand maupun backhand.
  2. Tujuan
    • Menjaga kontrol net (posisi paling menguntungkan dalam padel).
    • Memberi tekanan pada lawan dengan tempo cepat.
    • Mengarahkan bola ke sisi atau kaki lawan agar sulit dikembalikan.
  3. Jenis-jenis volea
    • Volea de control: pukulan pelan, diarahkan untuk menempatkan bola ke area sulit.
    • Volea agresiva: pukulan keras, biasanya untuk mencoba mengakhiri poin.
    • Volea cortada (slice volley): pukulan dengan slice untuk membuat bola turun cepat.
    • Volea liftada (topspin volley): pukulan dengan topspin, jarang dipakai, tapi bisa memberi variasi.
  4. Kapan digunakan
    • Saat sudah maju ke net setelah serve atau setelah rally.
    • Untuk menekan lawan yang masih di baseline.
    • Sebagai penghubung sebelum melakukan pukulan pamungkas (misalnya remate).

Baca Juga: 5 Poin Penting Yang Harus Kamu Latih Agar Lengan Bertenaga, Akurat, dan Tak Mudah Cedera Dalam Padel

Ciri Khas Rebote/Wall Shoot

  1. Terjadi di area belakang lapangan
    • Lawan biasanya melakukan globo (lob) atau pukulan dalam yang mengenai dinding belakang.
    • Bola tetap dalam permainan karena boleh memantul dinding setelah lantai.
  2. Teknik pukul
    • Pemain menunggu bola memantul ke dinding, lalu memukul setelah pantulan kedua.
    • Butuh perhitungan waktu (timing) dan posisi tubuh yang baik.
  3. Tujuan
    • Mengubah situasi bertahan menjadi netral atau menyerang.
    • Menjaga rally tetap hidup meskipun bola sudah menembus ke belakang.
  4. Jenis-jenis rebote
    • Rebote de derecha: forehand setelah pantulan dinding.
    • Rebote de revés: backhand setelah pantulan dinding.
    • Rebote bajo: pantulan rendah, biasanya lebih sulit dikembalikan.
    • Rebote alto: pantulan tinggi, memberi lebih banyak waktu untuk bersiap.

 Nah, jika sudah memahami, semoga semakin intensif dalam bermain padel.***

Tags

Terkini