Pejuangkantoran.com – Olah raga padel makin banyak dimainkan oleh orang Indonesia. Tren olah raga dengan raket ini ditunjukkan dengan jumlah lapangan padel yang terus bertambah.
Saat ini, di Indonesia sudah ada 133 lapangan menurut g-sport.id. Dan jumlah ini bahkan terhitung terbanyak di kawasan Asia Tenggara.
Sebaran lapangan ini ada di Bali, Jakarta, Banten, Surabaya, NTB, dan NTT.
Menurut data terakhir The 33rd General Assembly of the International Padel Federation (FIP) di Asunción, Paraguay tanggal 17 Mei 2024 lalu, memiliki 81 negara sebegai anggota resmi. Diantara 11 negara Asia Tenggara, baru Indonesia, Thailand, dan Filipina saja yang telah menjadi member FIP.
Tentu saja ini kabar yang menggembirakan, karena ketika banyak orang sadar pentingnya berolah raga, maka mestinya tingkat kesehatan (jasmani dan rohani) menjadi lebih membaik ke depannya.
Apalagi jika olah raga seperti padel ini dilakukan dengan benar. Seperti kamu tahu, munculnya olah raga padel ini sebenarnya diawali niat membuat lapangan tenis.
Baca Juga: Padel, Olah Raga Yang Sedang Hype Ini Berawal Dari Terbatasnya Lahan Rumah Seorang Pengusaha
Oleh karena itu, secara teknik permainan, padel bisa dibilang identik dengan tenis lapangan. Dasar-dasar olah raga ini adalah:
- Forehand dan backhand drive (groundstroke);
- Volley (depan net);
- Serve (servis) rendah dan diagonal;
- Lob untuk memaksa lawan mundur;
- Smash (terutama vibora, bandeja, topspin smash);
- Wall return (mengembalikan bola dari pantulan dinding belakang/samping).
Dari dasar-dasar ini, hanya wall return yang tidak ada dalam tenis lapangan. Oleh karena itu, kuasai terlebih dahulu dasar-dasar ini.
Selain itu, kamu juga harus meningkatkan keterampiln lanjut seperti drop shot yang akurat, transition shot dari baseline ke net, control spin (misal underspin atau topspin), mengantisipasi rebound dari dinding untuk posisi bertahan.
Selain keterampilan teknis seperti di atas, kamu juga harus mempelajari kemampuan taktis, misal:
- Koordinasi dengan pasangan (komunikasi, rotasi, saling cover);
- Menjaga posisi – selalu kontrol tengah dan net jika memungkinkan;
- Membaca arah bola dan posisi lawan;
- Bermain sabar dan membangun poin, bukan sekadar memukul keras;
- Menggunakan dinding sebagai keuntungan (defensif maupun ofensif).
Artikel Terkait
Lakukan Brisk Walk atau jalan Cepat, Olah Raga Mudah Dengan Manfaat yang Melimpah!
Rekomendasi Program Olah Raga Jalan Kaki Bagi Kamu di Rentang Usia 25-40 Tahun
Aktif Olah Raga dan Gaya Hidup Sehat Tapi Berisiko Kena Penyakit Jantung? Ini Faktor-faktornya!
5 Kategori Olah Raga Yang Tidak Aman Bagi Jantung yang Wajib Kamu Hindari!
Olah Raga Cardio Itu Penting Bagi Jantung. Berikut Alasan 7 Olah Raga Ini Bisa Disebut Oleh Raga Cardio
Padel Kena Pajak Hiburan 10 Persen, Pramono Anung: 'Kan Pemainnya Rata-rata Orang Mampu'