Manfaat bagi pelari
- Mengurangi pemborosan energi: Terlalu banyak “loncat”, artinya energi terbuang ke atas.
- Menjaga lari tetap ekonomis: Lari ideal arahnya “maju” bukan “meloncat”.
- Koreksi postur dan core stability: VO tinggi sering terkait core lemah atau postur terlalu tegak.
Contoh penggunaan
- Digunakan untuk latihan teknik, bukan dikejar setiap lari.
- Sangat berguna untuk lari jarak jauh (10K hingga marathon).
- Stride Length (Panjang Langkah)
Ini adalah jarak yang ditempuh dalam satu langkah.
Baca Juga: Bagi yang Serius Olah Raga Lari, Pilihlah Smartwatch dengan Dual-band GNSS. Ini Alasannya!
Manfaat bagi pelari
- Optimasi kecepatan: Kecepatan = cadence × stride length.
- Mencegah overstriding: Stride terlalu panjang sering meningkatkan risiko cedera.
- Evaluasi perkembangan performa: Stride length meningkat tanpa menurunkan cadence adalah kemajuan nyata.
Contoh penggunaan
- Pelari pemula: stride cukup, bukan maksimal.
- Pelari berpengalaman: peningkatan stride datang dari kekuatan, bukan dipaksakan.
Keempat metric ini harus kamu manfaatkan secara cerdas. Ada sejumlah kesalahan umum dalam menggunakannya, yaitu:
- Mengejar angka absolut.
- Membandingkan dengan atlet elit.
- Mengubah semuanya sekaligus.
Oleh karena itu, ada pendekatan yang sebaiknya kamu pakai, yaitu:
- Jadikan cadence sebagai anchor.
- Amati tren larimu dari data-data running metrics ini, bukan hanya dari satu sesi.
- Perhatikan data yang berubah saat kamu lelah, di tanjakan, atau pace lebih cepat
- Gunakan metrics (pengukuran) ini untuk mendeteksi masalah, bukan “menghukum” teknik.
***