PejuangKantoran.com - Biasanya, kita cari kopi supaya mata melek atau biar fokus saat pekerjaan lagi menumpuk. Tapi, kopi ternyata bukan cuma bisa bikin melek. Minuman ini juga bisa jadi "obat" buat menurunkan stres, kecemasan, dan depresi.
Baru-baru ini, sebuah penelitian dari Fudan University di China mencoba mencari tahu hubungan antara kopi dan kesehatan mental. Para peneliti merasa kalau hasil dari studi-studi sebelumnya masih agak membingungkan. Jadi, mereka melakukan riset besar-besaran dengan melibatkan data dari sekitar 461.586 orang.
Semua responden yang ikut dalam penelitian ini awalnya punya kondisi mental yang sehat. Mereka kemudian dipantau selama kurang lebih 13 tahun. Hasilnya?
Baca Juga: 5 Aturan Main Kebijakan WFH Setiap Jumat yang Resmi Diberlakukan untuk ASN Mulai 10 April
Para peneliti menemukan adanya "titik tengah" atau jumlah yang paling pas untuk minum kopi kalau mau mendapatkan manfaat kesehatan mental.
Berapa cangkir kopi?
Berdasarkan hitung-hitungan statistik, orang yang minum kopi dua sampai tiga cangkir sehari punya risiko paling rendah buat terkena gangguan mental. Ini kalau dibandingkan dengan orang yang nggak minum kopi sama sekali, atau malah yang minumnya kebanyakan.
Menariknya, para peneliti menyebut pola ini sebagai hubungan "berbentuk J". Maksudnya, manfaatnya naik sampai di titik tertentu, tapi kalau dosisnya berlebihan, manfaatnya hilang dan malah jadi risiko.
"Hubungan berbentuk J ditemukan antara konsumsi kopi dan gangguan mental, yang menunjukkan bahwa asupan kopi dalam jumlah sedang bisa bermanfaat untuk kesehatan mental," tulis para peneliti dalam laporan mereka.
Nah, buat kamu yang merasa semakin banyak kopi semakin baik, mending dipikir-pikir lagi. Penelitian ini mencatat kalau minum lima cangkir atau lebih setiap hari justru berisiko mengalami gangguan mood yang lebih tinggi.
Jadi, jangan sampai kebablasan ya, karena efek deg-degan dari kafein yang berlebih malah bisa bikin suasana hati berantakan.
Baca Juga: Swiss Menempati Peringkat Pertama Negara dengan Peluang Karier dan Pendidikan Tertinggi
Jenis kopinya
Mungkin ada yang bertanya, "Kopinya harus kopi hitam yang digiling sendiri atau kopi instan?" Ternyata, hubungan unik ini tetap konsisten di berbagai jenis kopi. Mau itu kopi giling, kopi instan, bahkan kopi tanpa kafein sekalipun alias decaf.
Ini mengisyaratkan kalau manfaatnya bukan cuma datang dari kafeinnya saja, tapi ada kandungan lain di dalam kopi yang punya efek menenangkan.
Uniknya lagi, manfaat dari minum kopi ini ternyata lebih dirasakan oleh laki-laki dibanding perempuan. Meskipun begitu, peneliti sudah menyesuaikan berbagai faktor lain seperti usia, pendidikan, kebiasaan olahraga, sampai kondisi kesehatan dasar tiap orang. Hasilnya tetap sama: kopi memang punya pengaruh positif.