Hati-hati, Orang yang Perfeksionis Cenderung Mudah Mengalami Burnout!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 4 Januari 2023 | 17:41 WIB
Ilustrasi: Orang yang perfeksionis cenderung mengalami burnout. (Pexels/ANTONI SHKRABA )
Ilustrasi: Orang yang perfeksionis cenderung mengalami burnout. (Pexels/ANTONI SHKRABA )

PejuangKantoran.com - Kamu sering menghabiskan waktu, tenaga, atau energi yang berlebihan untuk memperbaiki atau mengurangi kesalahan? Suka merenung atau mengkritik diri sendiri secara berlebihan? Atau sulit menerima kesalahan sekecil apapun? Jika ya, kemungkinan kamu seorang perfeksionis.

Kalau kamu merasa sebagai perfeksionis, sebaiknya berhati-hati. Sebab, orang yang perfeksionis cenderung mengalami burnout, begitu menurut sebuah penelitian. Dan, penyebab burnout ini bukan hanya karena stres terkait pekerjaan.

Pakar kesehatan mental dan penulis studi tersebut, Profesor Gordon Parker, mengatakan bahwa burnout sudah menyebar di kalangan orang-orang yang sukses di tempat kerja, dan menjadi semakin lazim dalam kehidupan pribadi.

Baca Juga: Cara Atasi Burnout Karena Pekerjaan: Kurangi Ekspektasi

“Kebanyakan orang mengira burnout adalah masalah pekerjaan,” katanya. “Namun, analisis kami menunjukkan bahwa kelelahan juga bisa berkembang sebagai akibat dari sifat-sifat kepribadian, terutama perfeksionisme.”

Orang yang perfeksionis biasanya menetapkan harapan tinggi yang tidak realistis untuk diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka cepat menemukan kesalahan dan terlalu kritis terhadap kesalahan.

Mereka juga cenderung menunda proyek karena takut gagal. Selain itu mereka sering mengabaikan pujian dan lupa merayakan keberhasilan mereka.

Perfeksionisme dapat disebabkan oleh ketakutan akan penilaian atau ketidaksetujuan dari orang lain. Bisa juga karena pengalamannya di masa kecil, karena memiliki orangtua dengan harapan tinggi yang tidak realistis.

Baca Juga: Ini Hal-hal yang Menyebabkan Si Bos Juga Mengalami Burnout

Kemungkinan lain adalah, orang yang perfeksionis memiliki kondisi kesehatan mental yang berhubungan dengan kecenderungan perfeksionis, seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

“Orang-orang dengan sifat perfeksionis biasanya adalah pekerja yang luar biasa. Tetapi, mereka juga rentan terhadap burnout karena menetapkan standar yang tidak realistis dan tak henti-hentinya, yang akhirnya mustahil untuk dipenuhi,” jelas Profesor Parker, yang juga psikiater klinis dan Profesor Psikiatri di University of New South Wales, Australia.

Menurutnya, orang yang berjuang dengan burnout tidak hanya mengalami kelelahan, tetapi juga “disfungsi kognitif”, yang kadang-kadang dikenal sebagai “kabut otak”.

Mereka juga terputus dari teman dan keluarga mereka, serta mengalami penurunan kinerja yang biasanya terlihat dalam pekerjaan dan tugas di sekitar rumah.

Baca Juga: Jangan Salah, Ternyata Si Bos Lebih Burnout daripada Kamu

Pandemi yang berlangsung selama tiga tahun terakhir juga membuat banyak orang tumbang. Kekhawatiran yang terjadi selama lockdown, tekanan inflasi, dan tekanan hidup lainnya, membuat banyak orang merasa sudah tidak tahan lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Express, Very Well Mind

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X