Jangan Gunakan Kata-Kata Ini Saat Menulis Email Kalau Tidak Mau Masuk Folder Spam!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 28 September 2023 | 16:36 WIB
Ilustrasi: Tanpa kita sadari mungkin ada kata-kata yang kita tulis di email yang membuat email masuk spam.  (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Tanpa kita sadari mungkin ada kata-kata yang kita tulis di email yang membuat email masuk spam. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Tahukah kamu kalau email yang kamu tulis bisa berpotensi masuk spam di Gmail? Padahal, kamu sama sekali tidak bermaksud untuk membuat email spam atau bahkan mengirimnya berkali-kali.

Ternyata, ada hal-hal yang kamu lakukan tanpa sadar, tapi meningkatkan kemungkinan email masuk spam.

Misalnya, menggunakan huruf besar pada seluruh kalimat atau tanda seru yang tidak perlu, yang akan segera ditandai oleh perangkat pendeteksi spam.

Baca Juga: 3 Cara Tetap Bertahan Jalani Pekerjaan yang Tidak Kamu Sukai, Cari Rekan Kerja Senasib!

Lalu, jika kamu mengirim email dari alamat email baru atau belum terverifikasi, kemungkinan email juga tidak akan sampai inbox, atau masuk ke folder spam.

Hindari kata-kata pemicu spam dalam email

Jika kamu memeriksa folder spam, kemungkinan besar kamu akan melihat email phishing palsu dengan baris subjek tentang undian atau pengiriman paket yang gagal.

Email tersebut ada di sana bukan hanya karena berasal dari alamat email yang belum terverifikasi atau alamat dengan tingkat keterbukaan yang rendah, tetapi karena kata-kata di baris subjek dan body copy-nya.

Menurut Active Campaign, memiliki satu atau dua kata pemicu spam dalam pesan email yang dapat dipercaya, kemungkinan besar tidak akan menjadikan email spam.

Namun, terlalu banyak kata yang dikombinasikan dengan faktor risiko lain seperti di atas, mungkin akan membuat email yang kamu kirim masuk ke dalam folder spam.

Berikut beberapa kata yang harus dihindari:

Baca Juga: 3 Cara Tetap Bertahan Jalani Pekerjaan yang Tidak Kamu Sukai, Cari Rekan Kerja Senasib!

• Angka seperti “#1” dan “100% gratis”.

• Kata-kata yang terkait dengan penipuan yang mudah menghasilkan uang, seperti “penghasilan tambahan”, “dapatkan uang ekstra”, “kebebasan finansial”, atau “jadilah bos bagi diri Anda sendiri”.

• Frasa yang terkait dengan uang seperti “bonus tunai” dan “uang tambahan”.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Lifehacker

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X