Kelemahan ChatGPT Saat Membantu Pencari Kerja Mendapatkan Pekerjaan Impian

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 9 Oktober 2023 | 20:00 WIB
Ilustrasi: Manfaat ChatGPT untuk mencari pekerjaan memang sudah diakui, tetapi ada juga kelemahan ChatGPT yang harus diperhatikan. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Manfaat ChatGPT untuk mencari pekerjaan memang sudah diakui, tetapi ada juga kelemahan ChatGPT yang harus diperhatikan. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Rasanya para pekerja saat ini sudah tidak asing lagi dengan ChatGPT. Namun, ternyata teknologi ini juga bisa dimanfaatkan oleh para pencari kerja.

Menurut survei ResumeBuilder.com terhadap 1.000 pencari kerja terbaru pada Februari, hampir setengah atau sebanyak 46% dari pelamar menggunakan chatbot untuk menyusun resume atau surat lamaran.

Sebanyak 70% responden mengaku melihat tingkat respons yang lebih tinggi dari perusahaan ketika menggunakan ChatGPT. Bahkan, 78% kandidat yang menggunakan chatbot berhasil mendapatkan wawancara.

Baca Juga: Seorang Ibu Temukan Penyakit Anaknya Lewat ChatGPT, Setelah 17 Dokter Gagal Mendiagnosisnya

Faktanya, hampir enam dari 10 pelamar dipekerjakan oleh perusahaan yang diincarnya setelah menggunakan alat AI selama proses melamar.

Namun, tak semua perusahaan ternyata setuju dengan praktik ini karena ada 11% pencari kerja yang justru ditolak setelah perusahaan setelah mengetahui bahwa kandidat tersebut menggunakan ChatGPT.

Manfaat ChatGPT dalam mencari kerja

1. Membantu mengidentifikasi jabatan pekerjaan

Menurut Hannah Morgan, ahli strategi pencarian kerja, ChatGPT membantu pencari kerja dengan memberikan jawaban atas pertanyaan spesifik mereka di luar yang ditemukan oleh pencarian dasar Google.

“Misalnya, ChatGPT dapat membantu mengembangkan daftar pertanyaan yang dapat diajukan pencari kerja, membantu pencari kerja mengidentifikasi jabatan pekerjaan alternatif di industri baru, dan membantu mengubah karir ke arah yang sama sekali berbeda,” katanya.

2. Membantu tetap terorganisir

Samantha Foster, perekrut eksekutif, menyebut ChatGPT sebagai alat pelengkap yang hebat. Chatbot ini bisa membantu pencari kerja tetap terorganisir ketika mengirimkan banyak lamaran dan melakukan wawancara untuk beberapa posisi secara bersamaan.

3. Membantu memahami SWOT diri

Sweta Regmi, ahli strategi karir dan resume, mencoba melakukan pengujian ChatGPT sebagai pencari kerja dengan memberikan beberapa perintah.

Baca Juga: LinkedIn Prediksi 65% Keahlian Pekerjaan akan Berubah karena AI pada Tahun 2030

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X