Yang perlu dicatat bahwa usullan kenaikan gaji ini karena dalam 12 bulan terakhir tidak ada kenaikan gaji untukmu. Mengharapkan kenaikan gaji lebi sekali sebelum satu tahun berakhir umumnya tidak realistis dan berisiko dianggap tidak masuk akal.
Hal yang sama berlaku jika kamu belum bekerja selama setahun dan pekerjaan yang kamu jalani sama seperti ketika kamu melakukan teken kontrak. Jika ada tugas yang berbeda dari kesepakatan di awal, maka harus dipertimbangkan juga untuk ada penyesuaian gaji.
Semua usuan kamu jadi masuka akal apabila rekam jejak pekerjaanmu baik, semua target terpenuhi bahkan melapaui target, tidak ada maslah dengan rekan kerja, dan sebagainya.
Namun jika rekam jejak kamu tidak baik, risikonya kamu dianggap tidak bisa menilai pencapaian kerja kamu sendiri. Bahkan jika demikian, Alamat bisa tidak diperpanjang jika kamu pekerja kontrak.
- Ketahui siklus kenaikan gaji dan anggaran perusahaan Anda.
Jika perusahaan kamu biasanya memberikan kenaikan gaji setiap tahun, perhatikan waktunya. Waktunya mungkin terjadi pada tanggal yang sama saat kamu mulai kerja atau di akhir kalender atau tahun fiskal.
Jika sudah mengetahui jadwalnya, maka masuk akal untuk meminta kenaikan gaji satu atau dua bulan sebelum proses formal dimulai. Ini untuk memberikan kesempatan kepada atasan kamu untuk memasukkan kenaikan gaji kamu ke dalam perencanaan anggaran.
- Cerdaslah secara emosional tentang waktu Anda.
Cari saat yang tepat. Manajer atau atasan kamu adalah manusiabiasa yang punya emosi juga. Hindari meminta waktu mereka untuk membahas kenaikan gajimu saat mereka sedang sedang sangat sibuk, sedang mengalami hari yang buruk, atau sedang pusing tentang pemotongan anggaran yang akan datang.
Pilihlah saat yang tepat. Misal ketika kamu memperoleh ulasan bagus dari klien untuk proyek penting. Atau ketika atasanmu tampak sangat senang dengan pekerjaanmu belakangan.
Jadi, perhatikan apa yang terjadi dengan pekerjaanmu, suasana hati manajermu, dan situasi perusahaan secara umum.
Baca Juga: Wow... Segini Gaji dan Tunjangan Jabatan Para Menteri dan Wamen di Kabinet Merah Putih
- Ketahui berapa nilai pekerjaan Anda.
Sebelum kamu meminta kenaikan gaji, surveilah seberapa range gaji untuk keahlian atau bidangmu. Ini supaya ada benchmark saat kamu meminta kenaikan gaji, apakah gajimu di bawah standar atau di atas standar.
Meskipun bidang dan keahlian sama, namun upah standar masing-masing daerah belum tentu sama.
Saat survei, tidak semua orang suka ditanya berapa gajinya. Gunakan trik bertanya seperti ini "Berapa gaji yang kamu harapkan untuk pekerjaan seperti X di perusahaan seperti Y?"
Kamu juga dapat mencoba berbicara dengan perekrut dan melihat apakah ada organisasi profesional di bidang kamu yang menyimpan data gaji (banyak yang melakukannya).
- Pertimbangkan struktur gaji perusahaan
Begitu kamu punya benchmark tentang standar gaji di bidangmu, tidak ada salahnya kamu mencari tahu struktur gaji di Perusahaan di mana kamu bekerja. Ada Perusahaan yang secara kaku mengikuti ketentuan peraturan tentang prosentase kenaikan gaji, namun ada pula yang lebih fleksibel dan dermawan dengan menentukan prosentse kenaikan sesuai prestasi karyawan.
Artikel Terkait
5 Tips Kuasai Elevator Pitch Agar Wawancara Kerja atau Presentasi Bisnis Kamu Sukses
Soal Mandat Bekerja di Kantor 5 Hari Seminggu, Amazon: Yang Tak Suka Silakan Resign!
Mengapa Sebuah Perusahaan Memerlukan Kegiatan Outing Buat Karyawan? Apakah Penting?
4 Tips Ahli Agar Jadi Karyawan Update dan Mudah Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Jangan Sembarangan Pilih Warna Pakaian Saat Wawancara Kerja. Berikut Alasannya Dan Rekomendasinya