Gen Z Suka Remote Working Tapi Tak Suka Diawasi. Peran Manajer Tergantikan Oleh AI?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 26 November 2024 | 21:05 WIB
Ketika remote working yang mandiri menjadi tren,  pakah peran manajer tergantikan oleh AI? (Freepik)
Ketika remote working yang mandiri menjadi tren, pakah peran manajer tergantikan oleh AI? (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Pandemi memang telah mengubah sebagian besar pola kerja. Work from home (WFH) atau remote working yang menjadi kewajiban saat pandemi, sekarang sudah menjadi kebutuhan. 

Pasca pandemi di Indonesia sendiri, seperti yang dicatat dalam laman goodstats.id, minat pekerja untuk bekerja full di kantor (WFO, work from office) hanya 9%. 

Sementara yang menginginkan WFH (work from home) sebanyak 23%. Paling besar adalah mereka menginginkan sistem hybrid yang menggabungkan keduanya, yaitu sebesar 68%.

Ada hal prinsip yang menjadi hal mendasar tentang remote working, yaitu masalah kepercayaan. Sebelum pandemi, kepercayaan itu dibarengi dengan pengawasan  dan pemantauan yang ketat. Ibaratnya kamera CCTV.

Namun, di era remote working ini, kepercayaan bahwa pekerja remote working (remote wroker) dipercaya bisa menjalankan tugasnya tanpa pengawasan yang terlampau ketat.

Ini terutama berlaku untuk pekerja Gen Z yang mulai bekerja di era remote working ini.

"Anak-anak muda ini merasa bahwa mereka tidak perlu selalu diberitahu apa saja yang harus dilakukan," kata CEO Novartis, Vasant Narasimhan.

Di era remote working ini, perusahaan juga menyadari bahwa mereka tidak perlu mengawasi terus-menerus apa yang dilakukan karyawannya sepanjang hari, sepanjang mereka tahu apa yang harus dipertanggung jawabkan.

“Pekerja Gen Z paham sekali bagaimana harus menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan cara mereka, bukan dengan cara manajer," katanya.

Baca Juga: 10 Istilah Dunia Kerja yang Tak Dipahami Karyawan Gen Z, 'KPI' Nomor 1 yang Dicari di Google

AI bisa memainkan peran besar

Salah satu perusahaan besar yang menerapkan budaya untuk tidak terlalu banyak mengawasi pekerja adalah Novartis.

Menurut perusahaan ini, bagian penting dari pekerjaan seorang manajer bukanlah sekadar mengawasi timnya, namun lebih banyak untuk memantau pembelajaran, pengembangan, dan pertumbuhan anggota timnya di perusahaan.

Novartis mengandalkan alat artificial intelegent (AI) untuk membantu pekerjanya untuk lebih lebih proaktif dalam mendorong kemajuan karir mereka sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X