Pejuangkantoran.com – Resume adalah dokumen yang merangkum keterampilan, pendidikan, riwayat pekerjaan, dan pengalaman relevan lainnya.
Tujuan dari resume adalah cara untuk memperkenalkan diri kamu kepada calon pemberi kerja dan menonjolkan kualifikasimu untuk suatu pekerjaan.
Resume biasanya mencakup informasi kontak kamu, pernyataan ringkasan atau tujuan, pendidikan, pengalaman kerja, dan keterampilan yang relevan.
Resume adalah etalase diri kamu sebagai seorang profesional maupun personal. Oleh karena itu, etalase ini harus benar-benar bisa menonjol sehingga menarik perekrut.
Seperti sebuah toko, ada pembeli yang datang ke toko tersebut karena referensi pembeli lain sebelumnya. Dalam resume, selain data-data pribadi, pendidikan, pengalaman kerja, dan keterampilan yang relevan, surat referensi adalah salah satu yang bisa meyakinkan perekrut atas kompetensimu.
Menambahkan daftar referensi akan memperkuat tawaran kamu untuk pekerjaan itu. dengan adanya surat referensi berarti ada pihak eksternal yang akan menjamin kompetensi profesionalmu.
Baca Juga: Poin-Poin Penting Resume Atau CV Agar Menonjol dan Menarik Menurut Harvard Business Review
Siapa yang pantas memberi referensi?
Karena referensi ini akan menunjukkan kompetensi, berikut ini pihak-pihak yang referensinya sangat dihargai oleh perekrut, yaitu:
- Atasanmu sebelumnya: Sebagai seseorang yang sebelumnya bertanggung jawab atas pekerjaanmu, mantan atasan atau bos kamu akan menjadi orang yang ideal untuk menjamin kompetensi dan keandalan profesionalmu;
- Mantan rekan kerjamu di kantor sebelumnya: Seorang rekan kerja yang menghabiskan banyak waktu bersamamu di tempat kerja juga dapat menjadi referensi yang berharga.
- Dosen kamu: Jika kamu belum memiliki banyak pengalaman kerja, kamu bisa meminta referensi dari dosen atau profesor yang mengajarmu. Mereka dapat menjamin kemampuan akademismu.
Jika memang kamu melampirkan surat referensi dari orang-orang yang disebut di atas dan referesni ini menjadi salah satu selling point kamu, idealnya ada 3 hingga 5 referensi.
Di setiap referensi harus tercantum nama lengkap, organisasi/lembaga/perusahaan di mana pemberi referensi ini bekerja pada saat referensi itu dibuat, jabatan mereka saat itu, alamat email dan nomor telepon, serta deskripsi singkat tentang hubunganmu dengan pemberi referensi.
Jangan lupa untuk memberi tahu pemberi referensi bahwa kamu mencantumkan mereka sebagai referensi. Dengan gitu, kamu juga jadi yakin bahwa mereka bersedia menjamin kamu.
Selain itu, pastikan pemberi referensi dapat menghubungimu, baik lewat telepon atau email.
Baca Juga: Resume Tidak Sama dengan CV, Begini Cara Menulis Resume yang Dijamin Bakal di-Follow Up!
Artikel Terkait
Lebih dari 55% Orang Mengaku Pernah Berbohong dalam CV. Apa 8 Kebohongan Terbesar di Resume?
Begini Cara Membuat Surat Referensi Yang Baik dan Auto Bikin Kamu Punya 'Nilai' Bagus
7 Tanda Pelamar Memakai AI untuk Menyusun Resume, Ini yang Perlu Kamu Lakukan sebagai Rekruter
Panduan Menulis Referensi yang Diterima oleh Beasiswa Chevening, Jangan Sampai Salah!
4 Font Terbaik dan Terburuk untuk Menulis Resume dan Lamaran Kerja, Bisa Pengaruhi Hasilnya!
5 Cara Menuliskan 'Sering Bekerja dengan Deadline' di CV agar Menarik Perhatian Rekruter
3 Cara supaya Lamaran Kerja dan CV Kamu Lolos Applicant Tracking System