15 Tips Membangun Networking Agar Bisa Menjadi Headhunter Sukses Seperti Kang Ji-yun di Love Scout

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Minggu, 2 Maret 2025 | 12:10 WIB
Mempunyai jejaring atau networking yang luas sangat dibutuhkan oleh seorang headhunter. (Freepik)
Mempunyai jejaring atau networking yang luas sangat dibutuhkan oleh seorang headhunter. (Freepik)

Pejuangkantoran.com – Drama Korea seri Love Scout menurut data dari Good Data Corporation menjadi drakor yang paling banyak ditonton di akhir Februari 2025 lalu. Kisah cinta dengan latar belakang agensi headhunter ini memang menarik.

Tak hanya kisah cinta antara Kang Ji-yun dan Yu Eun-ho, namun intrik-intrik dan persaingan agensi headhunter itu seru. Pada kenyataannya, persaingan agensi hedhunter di Korea Selatan memang sangat ketat.

Tercatat ada sejumlah pemain besar dalam dunia agensi headhunter di Korea Selatan, seperti JB Hired, Keller Executive Search, AIMS International, dan Gini Talent.

Mereka bersaing ketat untuk mendapatkan talenta terbaik. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang headhunter dalam mendapatkan talenta terbaik adalah kemampuan membangun jejaring (networking).

Karena dengan jejaring ini, seorang headhunter lebih mudah menemukan telanta yang tepat. Karena dengan networking ini, kamu tak hanya akan bisa menjangkau talenta yang tepat namun juga bisa mendapatkan saran-saran untuk mendapatkan talenta yang tepat tersebut.

 Baca Juga: Ini Keterampilan Yang Dibutuhkan Jika Ingin Menjadi Headhunter Seperti Kang Ji-yun di Drakor Love Scout di Netflix!

Tips Membangun Jejaring

Karena melihat petingnya membangun jejaring/network, khususnya bagi yang berminat terjun di dunia headhunting, berikut ini ada tips memulai atau membuka peluang untuk mengembangkan dan membangun jejaring/network, seperti yang disampaikan di laman weforum.org:

  1. Bangun konteks terlebih dahulu. Seminar adalah salah satu acara yang paling tepat untuk membangun jejaring. Pahami tentang seminar tersebut, temukan pembicara, lakukan pertemanan di media sosial, pahami konten dan konteks mereka di seminar tersebut sebelum kamu mendatangi seminar itu. Saat berada di seminar dan ada salah satu pembicara kamu lihat, cobalah untuk berbincang dan membicarakan konteks isi seminar pembicara tersebut. Jangan lupa, selalu perkenalkan dirimu terlebih dahulu.
  2. Pergi sendiri. Dengan datang sendiri ke seminar, kamu akan lebih lincah dalam bergerak dan berusaha bertemu orang-orang dalam seminar tersebut dibanding kamu datang dalam kelompok bersama rekan lain.
  3. Singkirkan ponselmu. Kamu berada di sebuah acara yang dimaksudkan untuk berhubungan manusia. Karena itu, jangan fokus terus-terusan ke ponselmu. Lupakan sebentar ponselmu, berkelilinglah dan lakukan kontak mata dengan orang lain. Karena kontak mata itu dapat membantu meningkatkan pemahaman dan kepercayaan.
  4. Memanfaatkan teknologi untuk memecahkan kebekuan. Ikuti percakapan di Twitter atau LinkedIn dengan melacak hashtag yang relate dengan seminar atau acara tersebut. Sangat menyenangkan untuk melacak sentimen acara dan menemukan orang-orang baru. Menge-tweet ke seseorang di acara yang sama mungkin merupakan cara yang berisiko rendah untuk bisa terhubung dengan orang baru.

Baca Juga: Apa Sebenarnya Pekerjaan Headhunter, dan Apa Bedanya dengan Tugas Rekruiter?

  1. Menjadi sukarelawan untuk hal-hal konyol. Jika pembicara mengajukan pertanyaan atau meminta bantuan di atas panggung, beranilah untuk menjadi sukarelawan itu. Tak perlu khawatir bakal salah atau dipermalukan. Pembicara biasanya mencoba menyampaikan maksud sederhana. Jika permintaan atau pertanyaan pembicara itu bisa kamu respon dengan baik, kamu mungkin akan jadi pembicaraan berminggu-minggu setelahnya. Kemungkinannya adalah kamu akan dikerumuni orang lain saat meninggalkan panggung.
  2. Pelajari sesuatu yang baru dan perluas wawasanmu. Sangat bermanfaat untuk hadir dalam sesi seminar yang tidak dalam daftar sesi kamu. Dengan hadir di sesi ini, kamu bisa menambah wawasan dan hal-hal baru. Selain itu kamu juga akan dapat bertemu dengan orang-orang yang mungkin selama ini tidak ada dalam jangkauanmu.
  3. Carilah orang yang penyendiri. Kelompok biasanya sulit ditembus. Namun jika kamu melihat seseorang sendirian, cobalah untuk berkenalan dan mengobrol dengannya. Bicarakan topik-topik dalam seminar tersebut, siapa tahu orang tersebut kandidat yang sangat potensial.
  4. Menjadi sukarelawan untuk mengerjakan acara. Ketika kamu tahu ada sebuah acara dan membutuhkan sukarelawan, maka cobalah bergabung menjadi bagian itu. dengan menjadi sukarelawan, itu membuka peluang buat kamu untuk bertemu dengan jaringan orang-orang baru yang mungkin tidak akan pernah kamu temui kalau kamu sebagai peserta.
  5. Tiba lebih awal. Orang-orang yang menghadiri acara lebih awal selalu membaca agenda, mengetahui di mana letak kamar mandi, dan mengetahui gambaran umum. Jika kamu menjadi orang tersebut, kamu akan menjadi sumber informasi bagi peserta lainnya. Dan jika kamu dikenal sebagai seseorang yang helpful, maka imbal baliknya kamu akan dibantu juga dalam hal lain di kemudian hari.

Baca Juga: 10 Tips Membangun Jejaring atau Networking Untuk Mendukung Karier Profesionalmu Cemerlang

  1. Siapkan bahan dan gunakan untuk bahan pembicaraan. Ini akan menjadi pembuka pembicaraan dengan orang yang baru kamu temui dan kenal. Misal, jika pembicara dalam seminar adalah orang yang telah menerbitkan banyak buku, maka ajukan pertanyaan kepada orang yang baru kamu tersebut tentang buku terbaru si pembicara tersebut. Selain menjadi pembuka pembicaraan, ini akan membuatmu terlihat relate dengan seminar.
  2. Tindak lanjut. Setelah kamu membangun jejaring dalam sebuah acara, yang harus kamu lakukan berikutnya adalah tindak lanjut yang tepat. Ini sangat penting karena akan membantumu menuai hasil dari semua kerja keras kamu di acara tersebut.
  3. Setiap orang penting. Dalam sebuah acara semacam seminar, yang datang ke acara tersebut harus kamu anggap orang yang penting. Berfokuslah untuk bersikap terbuka, ramah, dan membantu orang-orang yang kamu temui. Jika kamu bisa melakukan ini dengan sungguh-sungguh, kamu akan selalu diingat.
  4. Nongkrong sambil makan. Tempat makan adalah tempat yang pasti dikunjungi sebagain besar orang dalam sebuah acara. Cobalah untuk nongkrong di situ, kamu akan menemui banyak orang yang tidak kamu kenal dan akan lebih mudah untuk melakukan kontak mata, tersenyum, dan terhubung.
  5. Ubah kartu namamu menjadi bahan percakapan. Kartu nama terdengar umum dalam sebuah usaha berjejaring. Karena itu, buatlah kartu nama kamu menarik, unik, beda, dan bermanfaat bagi orang lain. Itu akan membuatmu selalu diingat oleh orang yang kamu beri kartu nama seperti itu.
  6. Selamat bersenang-senang! Bisnis itu serius, tapi berjejaring harusnya menyenangkan. Tidak ada strikeout. Tidak ada nilai. Semakin banyak kesenangan yang kamu miliki, semakin banyak orang yang tertarik kepadamu. Semakin banyak kesenangan yang kamu alami, kamu akan semakin rileks dan semakin banyak koneksi yang bisa kamu jalin.

Selamat mencoba! ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: weforum.org, Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X