Selain Gaji yang Tak Sebanding Beban Kerja, Apa Lagi Alasan Karyawan Enggan Naik Jabatan?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 19 Maret 2025 | 12:05 WIB
Ilustrasi: Sebanyak 42% karyawan menolak kenaikan jabatan karena enggan menerima tanggung jawab yang diterima. (Freepik/Krakenimages.com)
Ilustrasi: Sebanyak 42% karyawan menolak kenaikan jabatan karena enggan menerima tanggung jawab yang diterima. (Freepik/Krakenimages.com)

PejuangKantoran.com - Selama ini orang yang punya jabatan pemimpin di dunia kerja dipandang sebagai kemajuan dan ukuran keberhasilan.

Perusahaan mengandalkan hierarki terstruktur untuk mempertahankan operasional bisnisnya, dengan asumsi karyawan selalu bercita-cita untuk naik jabatan.

Namun, sepertinya hal itu sekarang sudah tidak berlaku. Menurut data terbaru, sebanyak 42% karyawan menolak kenaikan jabatan.

Baca Juga: Jadi Gundik di Film Gundik, Luna Maya: 'Semakin Liar Perannya, Semakin di Luar Nalar....'

Ini tentu saja sangat kontras dengan generasi sebelumnya, yang memandang mobilitas karir ke atas sebagai ambisi yang tidak dapat dinegosiasikan.

Tampaknya hal ini bukan hanya sekadar tren, tetapi menandakan perubahan yang lebih dalam dalam budaya kerja, prioritas karyawan, dan harapan kepemimpinan.

"Buku pedoman lama, yang menawarkan jabatan tinggi dan gaji yang lebih besar, tidak lagi berfungsi karena mengabaikan apa yang benar-benar diinginkan setiap individu," jelas Sarah Aviram, konsultan keterlibatan karyawan.

Berikut adalah beberapa faktor yang membuat karyawan enggan naik jabatan:

1. Masalah work-life balance

Alasan utama karyawan menolak kenaikan jabatan adalah khawatir kehilangan work-life balance.

Baca Juga: Menkoinfra AHY Sebut 17 Stadion Kelas Dunia yang Diresmikan Prabowo Simbol Kebangkitan Olahraga

Hal ini karena kenaikan jabatan selalu diikuti dengan peningkatan tanggung jawab, jam kerja yang lebih lama, dan stres yang meningkat. Bahkan, seringkali tanpa kompensasi yang proporsional.

Pekerja saat ini, terutama Milenial dan Gen Z, menghargai fleksibilitas dan kesejahteraan pribadi daripada pertumbuhan karir tradisional.

2. Tanggung jawab bertambah, kompensasi tidak memadai

Meski promosi seringkali disertai dengan kenaikan gaji, tetapi banyak karyawan merasa kenaikan itu tidak sebanding dengan beban kerja tambahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X