Pejuangkantoran.com - Melakukan kesalahan di tempat kerja, meskipun menjadi catatan, namun manusiawi. Yang penting adalah kamu mampu memperbaiki kesalahan tersebut dan belajar dari pengalaman tersebut untuk pertumbuhan pribadi dan profesional.
Setelah memperbaiki kesalahan kamu, lakukan latihan reflektif dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri dan simpan jawabannya di suatu tempat yang bisa dengan mudah diakses di masa depan.
Beberapa pertanyaan yang direkomendasikan pelatih karir Emily Rezkalla untuk diri sendiri adalah:
- Mengapa saya melakukan kesalahan ini?
- Apakah ini adalah situasi atau tugas baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya dan membutuhkan lebih banyak pelatihan?
- Apakah ada miskomunikasi antara saya dan rekan kerja lain?
- Apa yang telah saya pelajari melalui kesalahan ini?
Menurut Rezkalla, dengan mengajukan pertanyaan yang tepat, kamu juga dapat menemukan jawaban yang tepat dalam kasus ini.
Baca Juga: Efek Pratfall, Kesalahan Kecil yang Justru Meningkatkan Kesan Positif. Kok Bisa?
Kelola emosi diri
Tidak dipungkiri, melakukan kesalahan di tempat kerja dapat memicu rasa kecewa, takut, serta stres karena persepsi rekan kerja, rasa bersalah, dan keraguan diri. Semua perasaan itu terasa valid.
Rezakalla memberikan skala dalam mengatasinya.
“Cara yang baik dengan mengukur seberapa besar stres yang dialami dalam skala 1-10. Ini akan memberikan gambaran seberapa mampu kamu sebagai seorang profesional dan seberapa intens situasi tersebut,” saran Rezkalla.
Menurutnya, jika nilai yang kamu berikan 7 atau lebih tinggi, kamu harus mencari dukungan. Carilah seseorang di dalam tim yang dapat kamu andalkan saat terjadi kesalahan.
“Bukan untuk mengeluh, tetapi untuk bertanya dan memberikan ide tentang cara mendamaikan situasi,” katanya.
Orang tersebut juga bisa memberikan perspektif yang jelas dan seimbang untuk mencegah kamu bereaksi secara impulsif berdasarkan emosi.
Dapatkan kembali kepercayaan diri
Ini yang harus kamu waspadai, yaitu melakukan kesalahan di tempat kerja dapat mematahkan kepercayaan diri.
Artikel Terkait
Memetik Pelajaran Hidup dan Kepemimpinan dari A Man Called Otto
Pelajaran Lain dari Barbie: Prinsip Hidup Ken yang “Nyeleneh” dan Pentingnya Work-Life Balance
Grogi atau Buru-buru? Ini Kesalahan Saat Presentasi Virtual yang Paling Sering Dilakukan
Bukan Salah Gen Z Jika Mereka Sulit Betah di Tempat Kerja, Benarkah Ini Kesalahan Universitas?
3 Cara Mengelola Energi di Tempat Kerja agar Tidak Menurunkan Produktivitas dan Mengganggu Kesehatan
Marah di Tempat Kerja Tak Selalu Buruk Asal Kamu Bisa Mengelolanya Seperti Berikut Ini!