Ternyata Perusahaan Bakal Beri Gaji Lebih Tinggi untuk Kandidat Bersertifikat Micro-Credentials

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 2 Mei 2025 | 16:15 WIB
Pekerjaan impian itu bukan berarti tanpa kendala dan tantangan. (Freepik)
Pekerjaan impian itu bukan berarti tanpa kendala dan tantangan. (Freepik)

PejuangKantoran.com -  Dunia rekrutmen di Indonesia tengah mengalami transformasi besar dengan semakin meluasnya penerapan pendekatan berbasis keterampilan.

Berdasarkan Micro-Credentials Impact Report 2025 yang dirilis oleh Coursera, sebanyak 96% perusahaan di Indonesia bersedia memberikan gaji lebih tinggi kepada kandidat yang memiliki sertifikat micro-credentials, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara terdepan dalam menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Laporan yang disusun dari survei terhadap lebih dari 2.000 perusahaan dan pelajar di 10 negara ini mengungkap bahwa 100% perusahaan di Indonesia telah menerapkan atau mempertimbangkan pendekatan rekrutmen berbasis keterampilan untuk mengatasi kesenjangan talenta.

Sebanyak 97% perusahaan di Indonesia juga telah merekrut kandidat yang memiliki sertifikat micro-credentials, terutama di bidang yang sedang berkembang pesat seperti Generative AI (GenAI).

Baca Juga: Hindari 9 Sikap Tidak Sopan yang Sering Dilakukan Orang Saat Meeting Seperti Ini!

Micro-credentials tidak hanya diakui sebagai bukti keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, tetapi juga membantu perusahaan mengurangi biaya dan waktu orientasi karyawan baru. Sebanyak 93% perusahaan yang telah mempekerjakan kandidat bersertifikat micro-credentials melaporkan penghematan biaya pelatihan hingga 20% di tahun pertama.

Kesiapan perusahaan Indonesia dalam memberikan insentif juga patut diperhatikan. Selain menawarkan gaji awal lebih tinggi, 96% perusahaan juga bersedia melatih karyawan yang ada melalui program micro-credentials, menandakan pendekatan ini telah menjadi bagian integral dari strategi pengembangan sumber daya manusia.

Kebutuhan terhadap talenta di bidang teknologi mutakhir seperti GenAI semakin mendesak. Sebanyak 99% perusahaan di Indonesia ingin lulusan perguruan tinggi dibekali dengan keterampilan GenAI. Bahkan, 87% perusahaan lebih memilih kandidat dengan sertifikasi GenAI meskipun kurang berpengalaman, dibandingkan kandidat berpengalaman yang tidak memiliki sertifikasi tersebut.

Baca Juga: Auto Panik Gara-gara Melakukan Kesalahan Besar di Tempat Kerja? Ini yang Harus Kamu Lakukan!

Micro-Credentials dan Pendidikan Tinggi: Kolaborasi yang Semakin Erat

Upaya nasional untuk mengintegrasikan micro-credentials ke dalam sistem pendidikan tinggi pun semakin menguat. Kebijakan pemerintah mendorong pengakuan kredit akademik atas program sertifikasi industri seperti Professional Certificates dari Coursera, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengakuan akademik sekaligus keahlian praktis yang dicari perusahaan.

Data menunjukkan bahwa 87% mahasiswa di Asia Pasifik (APAC) lebih tertarik mendaftar ke program gelar yang menawarkan micro-credentials yang diakui sebagai kredit akademik. Bahkan, kemungkinan mereka untuk mendaftar bisa meningkat hingga 90% jika program tersebut juga fokus pada bidang seperti GenAI.

Baca Juga: Jangan Asal Ngomong, Ini Cara Agar Tidak Mengucapkan Kata-Kata yang Terkesan Merendahkan Rekan Kerja

Pentingnya Micro-Credentials di Era Transformasi Digital

Menurut Eklavya Bhave, Head of Asia Pacific Coursera, perubahan besar di berbagai industri akibat kehadiran Generative AI mendorong perusahaan untuk mencari bukti keterampilan yang dapat diverifikasi.

“Micro-credentials kini bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi menjadi keharusan bagi siapa pun yang ingin sukses di dunia kerja masa kini,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X