Pejuangkantoran.com - Meski tak banyak yang menyadari, tetapi bekerja jarak jauh atau remote bisa memengaruhi kesehatan mental.
Menurut survei yang dilakukan Resume Builder, ada 38% pekerja yang mengaku kesehatan mental mereka membaik sejak bekerja secara remote.
Namun, ada 17% pekerja melaporkan bahwa mereka mengalami penurunan kesehatan mental, dengan generasi yang lebih muda yang lebih mungkin mengalami efek negatif ini.
Kurangnya hubungan sosial menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan kesehatan mental di kalangan pekerja jarak jauh ini. Sebanyak 63% karyawan mengakuinya.
Setelah itu, ada 57% karyawan yang melaporkan meningkatnya perasaan terisolasi, khususnya mereka yang tinggal sendiri lebih dibandingkan dengan yang tinggal bersama keluarga atau teman sekamar.
Penyebab signifikan lainnya adalah kurangnya hubungan dengan rekan kerja (55%), tantangan dalam keseimbangan kehidupan kerja (36%), dan kurangnya minat atau hobi di luar pekerjaan (33%).
Baca Juga: Tren Pekerja Yang Memilih Untuk WFH atau Remote Working Meningkat. Ini Kendala Dan Solusinya!
Kerja remote juga pengaruhi citra diri
Sejak bekerja remote, satu dari tiga pekerja yang melakukan video call setiap minggu, mengatakan bahwa tampil di depan kamera membuat mereka merasa lebih sadar diri dengan penampilan fisiknya.
"Berada di depan kamera selama rapat virtual dapat memengaruhi citra diri dan kepercayaan diri,” ujar Kepala Penasihat Karier Resume Builder, Stacie Haller.
Menurutnya, rasa ketidaknyamanan ini seringkali berasal dari ketidakbiasaan melihat diri sendiri di layar atau berinteraksi dalam format digital.
Namun, karena video call menjadi bagian standar dalam kehidupan profesional, penting untuk beradaptasi dan membangun kenyamanan dengan media ini.
"Untuk memudahkan transisi, perusahaan dapat memberikan pelatihan yang membantu karyawan membangun kepercayaan diri dan mengurangi rasa minder,” sarannya.
Pelatihan dapat berupa mencakup kiat-kiat praktis untuk mengoptimalkan pencahayaan, sudut kamera, dan pengaturan layar, serta strategi untuk fokus pada percakapan, bukan pada gambar sendiri.
Artikel Terkait
Dalam Sistem Kerja Remote, Pertimbangkan Zona Waktu Rekan Kerja yang Tinggal di Luar Negeri
Diskusi Yuk: Apakah Karyawan Remote Bisa Menolak Jika Diminta Masuk Kantor Sebulan Sekali?
Tipe-Tipe Remote Meeting yang Bisa Dilakukan Sesuai Kebutuhan Agenda Rapat
Yuk, Kerja Remote dari Selandia Baru! Pemerintah Terapkan Visa Digital Nomad untuk Pekerja Asing
Disebut Lebih Suka Kerja Remote, Gen Z Ternyata Ingin Lebih Banyak Interaksi Nyata di Dunia Kerja
Bukan Kerja Tatap Muka, Remote, atau Hybrid yang Membuat Karyawan Puas. Ini Faktor Utamanya!