Cara Terbaik Menjawab Pertanyaan “Apa yang Bisa Kamu Perbaiki dari Diri Kamu?” Saat Wawancara Kerja

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:30 WIB
Sampaikan bahwa kamu punya kelemahan, namun juga sampaikan apa yang sudah kamu lakukan untuk mengatasinya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Sampaikan bahwa kamu punya kelemahan, namun juga sampaikan apa yang sudah kamu lakukan untuk mengatasinya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Wawancara kerja bukan hanya ajang untuk menunjukkan prestasi dan kemampuan terbaikmu. Di balik berbagai pertanyaan seputar pengalaman dan keahlian, biasanya ada satu pertanyaan yang cukup membuat orang bingung menjawabnya, yaitu:

“Apa kelemahan kamu?” atau “Hal apa dari diri kamu yang ingin kamu perbaiki?”

Pertanyaan ini seringkali terasa menjebak. Kalau kamu jujur, takutnya kamu dianggap kurang kompeten. Namun, kalau kamu pura-pura sempurna, bisa-bisa dinilai tidak jujur atau sombong.

Tenang dulu. Sebenarnya tujuan pertanyaan ini bukan untuk menjatuhkan kamu. Justru ini kesempatan untuk menunjukkan siapa kamu sebenarnya.

Mengapa rekruter bertanya tentang kelemahan diri kamu?

Menurut para ahli karier, pewawancara ingin tahu tiga hal dari pertanyaan ini:

  1. Apakah kamu sadar diri?

Karena orang yang bisa mengenali kekurangannya sendiri biasanya lebih mudah berkembang.

  1. Apakah kamu punya semangat belajar?

Karena perusahaan suka karyawan yang mau belajar hal baru dan tidak cepat puas.

  1. Apakah kamu bisa bekerja sama?

Karena orang yang merasa dirinya paling benar biasanya sulit diajak kerja tim. Jadi, masalahnya bukan tentang kekurangan apa yang kamu punya, tetapi yang penting adalah cara kamu tahu cara mengatasinya.

Baca Juga: 7 Strategi Jitu Menghadapi Wawancara Kerja dengan Metode Gamified Assessment agar Hasilnya Bagus

Cara menjawabnya dengan cerdas

Kunci utamanya untuk menjawab pertanyaan tentang kelemahan diri adalah jujur, tetapi tetap positif. Hindari jawaban klise seperti:

“Saya perfeksionis.” atau “Saya terlalu suka bekerja keras.”

Jawaban seperti itu terdengar tidak tulus. Lebih baik gunakan jawab dengan cara menyebutkan kekurangan diri kamu dengan jujur dan ceritakan langkah yang sudah atau sedang kamu lakukan untuk memperbaikinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Fox Business

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X