PejuangKantoran.com - Stres di tempat kerja kerap dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan profesional. Namun, riset menunjukkan bahwa dampaknya jauh melampaui rasa lelah atau kejenuhan.
Sebuah studi komprehensif yang dipimpin oleh Dr. Jeffrey Pfeffer dari Stanford University dan Dr. Joel Goh dari Harvard University mengungkap bahwa stres kerja dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan jangka panjang.
Dipublikasikan dalam jurnal Behavioral Science & Policy, penelitian ini menganalisis 228 studi yang menelaah hubungan antara berbagai faktor stres di tempat kerja dan dampaknya terhadap kesehatan.
Baca Juga: Film 'Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?' Mengisi Kekosongan Film Reliji di Timur Tengah dan Eropa
Hasilnya menunjukkan pola yang mengkhawatirkan: jam kerja panjang, minimnya kendali atas pekerjaan, ketidakamanan kerja, konflik antara pekerjaan dan kehidupan keluarga, serta rendahnya dukungan sosial di lingkungan kerja berkorelasi dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gangguan kesehatan mental, hingga penurunan harapan hidup.
Dalam beberapa kasus, dampak kesehatan dari stres kerja ini bahkan disamakan dengan paparan asap rokok pasif, dan disebut berpotensi lebih berbahaya dibandingkan kebiasaan merokok itu sendiri. Temuan ini menegaskan bahwa stres kerja bukan isu sepele, melainkan persoalan kesehatan masyarakat yang nyata.
Baca Juga: Lolos Seleksi dari 16 Ribu Film, Para Perasuk Siap Berkompetisi di Sundance Film Festival
Bukti ilmiah tersebut menyoroti urgensi menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat. Ini juga bukan menjadi alasan Anda untuk tidak berhenti merokok. Seperti diketahui, berhenti merokok juga memiliki banyak manfaat kesehatan berdasarkan penelitian.
Perusahaan dan pembuat kebijakan memiliki peran penting dalam menekan risiko ini, mulai dari mendorong jam kerja yang lebih manusiawi, kepemimpinan yang suportif, peningkatan otonomi karyawan, hingga penerapan program pengelolaan stres. Upaya-upaya ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja, tetapi juga berkontribusi pada kehidupan yang lebih panjang dan lebih sehat.
Artikel Terkait
Agar Live-Streaming Kamu Tetap Hidup dan Rame, Latih 7 Keterampilan Berikut Ini!
Peringatan Buat Para Manajer Ketika Tim Mulai Pasif, Itu Tanda Ada Silent Rebellion. Simak 10 Hal Pemicunya!
Waspadai Budaya Hot Take atau Asal Komentar di Kantor. Berikut 10 Contoh yang Bisa Kamu Kenali!
Makna 'Bare Minimum' di Tempat Kerja: Karyawan dan Perusahaan Harus Sama-sama Punya Andil
Ini yang Dimaksud 'Go the Extra Mile', Kebalikan dari 'Bare Minimum' di Dunia Kerja
10 Langkah yang Harus Dilakukan Oleh Pimpinan Ketika Ada Anggota Tim yang Silent Rebellion
Cuti Melahirkan Sudah Diatur dalam 3 Undang-Undang, Ini Sanksi bagi Perusahaan yang Melanggar!
Ragu Dengan Jawaban AI? Lakukan 10 Cara Mendeteksi Apakah AI Memberikan Jawaban yang "Halu" atau Tidak!
AI Trainer Wajib Kuasai 9 Bidang Studi Ini Agar Piawai Dalam Mendeteksi Halusinasi AI
Siapa Bilang Menjelang Akhir Tahun Perusahaan Sudah Tidak Membuka Rekrutmen Karyawan Baru?