- Rumpun prodi teknik dan sains akan banyak berkecimpung di energi terbarukan, efisiensi energi, energi termal, bioenergy, green process, green building, dan sebagainya.
- Rumpun prodi pertanian, kehutanan, dan sumber daya alam akan berkutat di bidang pertanian berkelanjutan, konservasi, pangan hijau, agroforestry, dan sebagainya.
- Rumpun prodi ekonomi, bisnis, dan manajemen akan berkecimpung di ESG, green finance, carbon market, dan sebagainya.
- Rumpun prodi ilmu sosial, politik, dan hubungan internasional akan banyak mengurusi kebijakan iklim, diplomasi lingkungan, program NGO, SDGs, dan sebagainya.
- Rumpun prodi hukum dan tata kelola sakan sangat dibutuhkan untuk urusan compliance lingkunan dan kebijakan iklim.
- Rumpun prodi pendidikan dan humaniora akan banyak mengurusi bidang edukasi, kampanye iklim, advokasi publik.
- Rumpun prodi data, digital, dan perencanaan sangat diperlukan untuk mengelola carbon data, spatial analysis, climate modelling, dan ESG analytics.
- Rumpun prodi kesehatan dan keselamatan akan terlibat di industri hijau dan lingkungan kerja berkelanjutan.
Intinya, hampir semua bidang studi bisa masuk green jobs, hanya peran dan skill yang membedakan. Green jobs itu lintas displin ilmu. ***
Artikel Terkait
Gen Z Pewaris Energi Terbarukan, Pahami 2 Pesan Ini
Sustainability Report Atau Laporan Keberlanjutan Penting Bagi Perusahaan. Ini Dia Penanggung Jawabnya!
8 Manfaat Bagi Perusahaan yang Sudah Punya Sustainability Report atau Laporan Keberlanjutan
KfW Jakarta Buka Lowongan untuk Profesional di Bidang Energi dan Lingkungan, Daftar Sebelum 13 Juli 2025
Investasi Rp162 Miliar antara Danantara dan ACWA Power, Kembangkan Proyek Energi Terbarukan
Multi Bintang Indonesia Membuka Lowongan Kerja Sustainability Communication Specialist