9 Tanggung Jawab Seorang Editor Video. Pantasnya Dihargai Berapa Rupiah?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 30 Maret 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi tugas dan tanggung jawab seorang editor video. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi tugas dan tanggung jawab seorang editor video. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Saat ini sedang ramai perkara hukum yang melibatkan Amsal Christy Sitepu, Direktur CV Promiseland yang bergerak di bidang jasa audiovisual dan ekonomi kreatif.

Amsal dipersangkakan karena dituduh melakukan 'mark up' harga atas jasa pembuatan video profil desa dan instalasi komunikasi informatika di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Kasus ini menjadi viral terlebih setelah Kejari Karo yang menyebut ide/konsep, editing dan dubbing seharusnya bernilai nol rupiah, seperti yang dimuat di beritanasional.com (30/03/2026).

Tentu saja kita tetap harus menghormati jalannya persidangan. Namun kita juga harus memahami, apa saja pekerjaan seorang editor video mulai dari entry level hingga expert.

Dari gambaran tugas dan tanggung jawab ini, kita akan bisa melihat sejauh apa effort yang dikeluarkan oleh seorang editor video.

Secara umum, pekerjaan seorang editor video tidak sekadar “memotong dan menyambung klip”, namun profesi ini melakukan proses kreatif dan teknis untuk membentuk cerita yang utuh, menarik, dan sesuai tujuan produksi.

Berikut gambaran tanggung jawab seorang editor video:

  1. Mengelola dan Menyeleksi Footage (Ingest dan Logging)

Ini adalah tahapan dasar namun penting dalam sebuah editing video. Jika berantakan, proses bisa lambat hingga hasil editing pun tidak maksimal:

  • Mengimpor semua file video, audio, dan aset visual.
  • Menamai dan mengorganisasi file agar mudah dicari.
  • Menyeleksi klip terbaik (selects / rough cut bahan).
  1. Menyusun Struktur Cerita (Storytelling Editing)

Dalam tugas ini, ibaratnya editor seperti “penulis kedua” setelah sutradara:

  • Menentukan alur: opening – isi – penutup.
  • Memotong bagian yang tidak perlu.
  • Menyusun ritme (tempo cepat/lambat sesuai emosi).
  1. Cutting and Timing

Pernahkah melihat sebuah video yang terasa datar dan membosankan? Di pekerjaan inilah seorang editor video “menghidupkan” video dari rangkaian footage-footage yang ada:

  • Menentukan titik potong (cut point).
  • Menjaga kontinuitas visual dan audio.
  • Menyesuaikan durasi sesuai target (misalnya 30 detik untuk iklan).
  1. Menambahkan Audio

Sebal saat video yang kamu tonton tidak :”nyambung” dengan audionya atau backgorun music-nya tidak pas dengan adegan? Di sini tugas editor video untuk:

  • Sinkronisasi audio dengan video (lip-sync).
  • Menambahkan musik latar (background music).
  • Menyisipkan efek suara (SFX).
  • Mengatur level volume agar seimbang.
  1. Color Correction dan Color Grading

Tugas ini yang akan membedakan antara seorang profesional dengan amatiran:

  • Color correction: memperbaiki warna agar natural.
  • Color grading: memberi nuansa (cinematic, hangat, dramatis).
  1. Menambahkan Grafis dan Efek
  • Teks (subtitle, title, lower third).
  • Motion graphics sederhana.
  • Transisi antar scene.
  • Visual effects (VFX) jika diperlukan.
  1. Rendering dan Export
  • Menentukan format output (MP4, MOV, dll.).
  • Menyesuaikan resolusi (HD, Full HD, 4K).
  • Kompresi agar ukuran file efisien.
  1. Revisi dan Kolaborasi
  • Menerima feedback dari klien/sutradara.
  • Melakukan revisi berkali-kali.
  • Menyesuaikan dengan brief atau tujuan bisnis.
  1. Manajemen Proyek
  • Mengatur deadline.
  • Mengelola versi file (v1, v2, final, dll.).
  • Backup data (ini sangat penting).

Untuk sejumlah tanggung jawabnya tersebut, seorang editor video juga wajib menguasai tools editing. Beberapa tools yang sering digunakan seperti Adobe Premiere Pro, Final Cut Pro, DaVinci Resolve, dan After Effects (untuk efek lanjutan). Artinya, mereka musti investasi agar bisa menguasai tools tersebut.

Ringkasnya, seorang editor video ini mengombinasikan penguasaan teknisi (menguasai software dan teknis file), jiwa seniman (rasa visual, emosi, storytelling), dan problem solver (mengatasi footage yang “tidak sempurna”). ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, beritanasional.com

Tags

Rekomendasi

Terkini

X